Saturday, 26 December 2015

Pengertian Lengkap Sosial Budaya

By Kpoper Media | At 12:00 | Label : | 0 Comments
Sosial merupaka aspek-aspek yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya 

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia. Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism

Sosial Budaya terdiri dari 2 kata, yang pertama definisi sosial, menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia milik W.J.S Poerwadarminta, sosial ialah segala sesuatu yang mengenai masyarakat atau kemasyarakatan atau dapat juga berarti suka memperhatikan kepentingan umum (kata sifat). Sedangkan budaya dari kata Sans atau Bodhya yang artinya pikiran dan akal budi. Budaya ialah segala hal yang dibuat oleh manusia berdasarkan pikiran dan akal budinya yang mengandung cinta, rasa dan karsa. Dapat berupa kesenian, pengetahuan, moral, hukum, kepercayaan, adat istiadat ataupun ilmu. 

Maka definisi sosial budaya itu sendiri adalah segala hal yang dicipta oleh manusia dengan pemikiran dan budi nuraninya untuk dan/atau dalam kehidupan bermasyarakat. Atau lebih singkatnya manusia membuat sesuatu berdasar budi dan pikirannya yang diperuntukkan dalam kehidupan bermasyarakat. 

Manusia Sebagai Pencipta dan Pengguna Kebudayaan
Terciptanya sebuah kebudayaan bukan hanya dari buah pikir dan budi manusia, tetapi juga dikarenakan adanya interaksi antara manusia dengan alam sekitarnya. Suatu interaksi dapat berjalan apabila ada lebih dari satu orang yang saling berhubungan atau komunikasi. Dari interaksi itulah terjadi sebuah kebudayaan yang menyangkut lingkungan sekitar dan oleh sebab itu pula kita mempunyai beragam kebudayaan.

Perubahan kebudayaan bisa saja terjadi akibat perubahan sosial dalam masyarakat, begitu pula sebaliknya. Manusia sebagai pencipta kebudayaan dan pengguna kebudayaan, oleh karena itu kebudayaan akan selalu ada jika manusia pun ada. 

Seiring dengan kemajuan teknologi, dan informasi, hubungan, dan saling keterkaitan kebudayaan-kebudayaan di dunia saat ini sangat tinggi. Selain kemajuan teknologi, dan informasi, hal tersebut juga dipengaruhi oleh faktor ekonomi, migrasi, dan agama.
Afrika
Beberapa kebudayaan di benua Afrika terbentuk melalui penjajahan Eropa, seperti kebudayaan Sub-Sahara. Sementara itu, wilayah Afrika Utara lebih banyak terpengaruh oleh kebudayaan Arab, dan Islam.
Amerika
Kebudayaan di benua Amerika dipengaruhi oleh suku-suku Asli benua Amerika; orang-orang dari Afrika (terutama di Amerika Serikat), dan para imigran Eropa terutama Spanyol, Inggris, Perancis, Portugis, Jerman, dan Belanda.
Asia
Asia memiliki berbagai kebudayaan yang berbeda satu sama lain, meskipun begitu, beberapa dari kebudayaan tersebut memiliki pengaruh yang menonjol terhadap kebudayaan lain, seperti misalnya pengaruh kebudayaan Tiongkok kepada kebudayaan Jepang, Korea, dan Vietnam.
Dalam bidang agama, agama Budha dan Taoisme banyak memengaruhi kebudayaan di Asia Timur. Selain kedua Agama tersebut, norma dan nilai Agama Islam juga turut memengaruhi kebudayaan terutama di wilayah Asia Selatan dan tenggara.
Australia
Kebanyakan budaya di Australia masa kini berakar dari kebudayaan Eropa dan Amerika. Kebudayaan Eropa, dan Amerika tersebut kemudian dikembangkan, dan disesuaikan dengan lingkungan benua Australia, serta diintegrasikan dengan kebudayaan penduduk asli benua Australia, Aborigin.
Eropa
Kebudayaan Eropa banyak terpengaruh oleh kebudayaan negara-negara yang pernah dijajahnya. Kebudayaan ini dikenal juga dengan sebutan "kebudayaan barat". Kebudayaan ini telah diserap oleh banyak kebudayaan, hal ini terbukti dengan banyaknya pengguna bahasa Inggris, dan bahasa Eropa lainnya di seluruh dunia. Selain dipengaruhi oleh kebudayaan negara yang pernah dijajah, kebudayaan ini juga dipengaruhi oleh kebudayaan Yunani kuno, Romawi kuno, dan agama Kristen, meskipun kepercayaan akan agama banyak mengalami kemunduran beberapa tahun ini.
Timur Tengah, dan Afrika Utara
Kebudayaan didaerah Timur Tengah dan Afrika Utara saat ini kebanyakan sangat dipengaruhi oleh nilai, dan norma agama Islam, meskipun tidak hanya agama Islam yang berkembang di daerah ini.

Peran dan Dampak Negatif Sosial Budaya
Kebudayaan pun memiliki peran dalam kehidupan social manusia, diantaranya adalah :
- Sebagai pedoman dalam hubungan antara manusia dengan komunitas atau kelompoknya.
- Sebagai simbol pembeda antara manusia dengan binatang
- Sebagai petunjuk atau tata cara tentang bagaimana manusia harus berperilaku dalam kehidupan sosialnya.
- Sebagai modal dan dasar dalam pembangunan kehidupan manusia.
- Sebagai suatu cirri khas tiap kelompok manusia. 

Tidak berarti pula penciptaan sosial budaya itu kemudian tak memiliki dampak negatif. Bila kebudayaan yang ada kemudian menimbulkan akses negatif bagi kehidupan sosial adalah sesuatu yang perlu dipikirkan ulang, jika ingin menciptakan sebuah budaya. Beberapa dampak negative kebudayaan bagi kehidupan sosial manusia, antara lain: 

- Menimbulkan kerusakan lingkungan dan kelangsungan ekosistem alam
- Mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang kemudian menjadi penyebab munculnya penyakit-penyakit sosial, termasuknya tingginya tingkat kriminalitas
- Mengurangi bahkan dapat menghilangkan ikatan batin dan moral yang biasanya dekat dalam hubungan sosial antar masyarakat.

Friday, 25 December 2015

Pengertian Sumber Daya Alam Asia Tenggara

By Kpoper Media | At 10:27 | Label : | 1 Comments
Sumber daya alam (biasa disingkat SDA) adalah segala sesuatu yang berasal dari alam yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia 

Sumber daya alam mutlak diperlukan untuk menunjang kebutuhan manusia, tetapi sayangnya keberadaannya tidak tersebar merata dan beberapa negara dan berbagai negara lain memiliki kekayaan alam hayati atau nonhayati yang sangat berlimpah 

Pada umumnya, sumber daya alam berdasarkan sifatnya dapat digolongkan menjadi SDA yang dapat diperbaharui dan SDA tak dapat diperbaharui. SDA yang dapat diperbaharui adalah kekayaan alam yang dapat terus ada selama penggunaannya tidak dieksploitasi berlebihan. Tumbuhan, hewan, mikroorganisme, sinar matahari, angin, dan air adalah beberapa contoh SDA terbaharukan. Walaupun jumlahnya sangat berlimpah di alam, penggunannya harus tetap dibatasi dan dijaga untuk dapat terus berkelanjutan. SDA tak dapat diperbaharui adalah SDA yang jumlahnya terbatas karena penggunaanya lebih cepat daripada proses pembentukannya dan apabila digunakan secara terus-menerus akan habis. Minyak bumi, emas, besi, dan berbagai bahan tambang lainnya pada umumnya 

Setiap wilayah terdapat sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan oleh manusia. Suatu wilayah ada yang kaya (banyak) akan sumber daya alam tetapi ada yang miskin (sedikit) sumber daya alamnya. Sumber daya alamnya dapat digolongkan sebagai berikut ini. 

1. Tanah
Sumber daya tanah di kawasan Asia Tenggara beraneka ragam jenisnya sesuai proses pembentukannya. Berikut ini adalah jenis tanah yang mendominasi kawasan Asia Tenggara. 

a. Tanah Vulkanik
Tanah Vulkanik merupakan jenis tanah hasil proses vulkanisme (gunung berapi). Tanah jenis vulkanik bersifat subur. Karena subur maka sangat baik untuk pertanian. Tanah jenis ini terdapat di Negara Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Myanmar. 

b. Tanah Aluvial (Endapan)
Tanah Aluvial (Endapan) merupakan jenis tanah yang dibawa dan diendapkan oleh aliran air sungai. Karena subur tanah aluvial maka sangat baik untuk pertanian. Tanah aluvial terdapat di lembah/tepi aliran sungai dan delta. Di kawasan Asia Tenggara tanah aluvial terdapat di lembah dan delta Sungai Nan, Sungai Mekong, dan Sungai Bengawan Solo. Tanah alluvial, tanah yang sangat subur dan telah diangkut oleh aliran air sungai.Sering mengandung kerikil, pasir dan lumpur.Terdapat di Sungai Nan, Sungai Mekong, dan Bengawan Solo.Tanah vulkanik, tanah yang terbentuk dari aktivitas vulkanik dan bersifatsubur.Terdapat di Indonesia, Thailand, Malaysia, Myanmar. 

2. Hutan/Flora dan Fauna
Kawasan Asia Tenggara sebagian besar beriklim tropis dengan curah hujan yang tinggi. Keadaan ini menumbuhkan hutan tropis yang kaya akan flora dan fauna. Hutan menghasilkan kayu dan rotan yang berguna untuk membuat beraneka macam barang dan bahan bangunan. Semua bagian Asia Tenggara termasuk dalam iklim tropis hangat lembab, dan iklim secara umumdapat dicirikan sebagai musiman. Hewan-hewan Asia Tenggara beragam jenisnya. Contohnyaharimau (di Asia Tenggara terdapat tiga subspesies berbeda), komodo, gajah , banteng,badak, dll. DiIndonesia, terdapat Garis Wallace yang memisahkan spesies Asia, campuran, dan spesies Australasia.Pohon-pohon dan tanaman lainnya di kawasan ini adalah tropis, di beberapa negara di managunung-gunung yang cukup tinggi, iklim-iklim vegetasi dapat ditemukan. Daerah-daerah hutan hujansaat ini banyak yang ditebang, khususnya di Kalimantan. 

3. Perairan
Kecuali Laos, semua negara di kawasan Asia Tenggara memiliki wilayah laut. Laut merupakan sumber daya alam yang penting. Dari laut dapat diperoleh manfaat berikut ini.
- Sebagai sumber bahan pangan berupa ikan dan hasil laut lainnya.
- Sebagai jalur transportasi air.
- Sebagai objek wisata.
- Dari dasar laut sering ditemukan bahan tambang seperti minyak dan gas bumi. 

Air dangkal dari terumbu karang Asia Tenggara memiliki tingkat keanekaragaman hayatitertinggi untuk ekosistem laut di dunia, di mana karang, ikan dan moluska berlimpah.Menurut sebuah survei kelautan menunjukkan bahwa keragaman kehidupan laut di daerahRaja Ampat adalah yang tertinggi tercatat di Bumi. Keanekaragaman ini jauh lebih besardibandingkan daerah lain contohnya dalam Segitiga Karang yang terdiri dari Indonesia,Filipina dan Papua New Guinea . Segitiga Karang merupakan jantung dari keanekaragamanhayati terumbu karang dunia, membuat Raja Ampat sangat mungkin ekosistem terumbukarang terkaya di dunia. Hiu paus, spesies terbesar di dunia ikan dan 6 spesies pawikans jugadapat ditemukan di Laut Cina Selatan dan Samudera Pasifik wilayah Filipina.

4. Tambang
Kecuali Singapura, setiap negara di kawasan Asia Tenggara memiliki hasil tambang. Singapura adalah negara kecil yang tidak memiliki hasil tambang yang berarti. Hasil tambang utama, antara lain minyak dan gas bumi, batu bara, perak, emas,timah, dan berbagai jenis logam lain.

Jalur timah utama ditemukan di sepanjang Semenanjung Malaysia dan sebagianlagi ada di wilayah Indonesia (Bangka Belitung)

Sumber daya alam dan tingkat perekonomian suatu negara memiliki kaitan yang erat, dimana kekayaan sumber daya alam secara teoritis akan menunjang pertumbuhan ekonomi yang pesat. Akan tetapi, pada kenyataannya hal tersebut justru sangat bertentangan karena negara-negara di dunia yang kaya akan sumber daya alamnya seringkali merupakan negara dengan tingkat ekonomi yang rendah

Pola Serta Bentuk Objek Geografis

By Kpoper Media | At 10:10 | Label : | 0 Comments
Konsep Pola
Pola merupakan tatanan geometris yang beraturan. Contoh, penerapan konsep pola adalah pola permukiman penduduk yang memanjang mengikuti jalan raya atau sungai.

Geografi tidak hanya menjawab apa, dan dimana di atas muka bumi, tapi juga mengapa di situ, dan tidak di tempat lainnya, kadang diartikan dengan "lokasi pada ruang." Geografi mempelajari hal ini, baik yang disebabkan oleh alam atau manusia. Juga mempelajari akibat yang disebabkan dari perbedaan yang terjadi itu.

Hubungan keruangan merupakan kunci pada ilmu sinoptik ini, dan menggunakan peta sebagai perangkat utamanya. Kartografi klasik digabungkan dengan pendekatan analisis geografis yang lebih modern kemudian menghasilkan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang berbasis komputer.
Geografer menggunakan empat pendekatan:
  • Sistematis - Mengelompokkan pengetahuan geografis menjadi kategori yang kemudian dibahas secara global
  • Regional - Mempelajari hubungan sistematis antara kategori untuk wilayah tertentu atau lokasi di atas planet.
  • Deskriptif - Secara sederhana menjelaskan lokasi suatu masalah, dan populasinya.
  • Analitis - Menjawab kenapa ditemukan suatu masalah, dan populasi tersebut pada wilayah geografis tertentu.

Pola merupakan kecenderungan persebaran suatu objek di permukaan bumi. Bentuk dan pola persebaran objek geografi tersebut di pengaruhi oleh bentuk bentang alamnya.

Pola persebaran objek-objek geografis, sangat penting untuk mempermudah perencanaan tata ruang suatu wilayah perkotaan maupun pedesaan. Misalnya, kecenderungan pola permukiman penduduk biasanya tersebar di daerah yang banyak memiliki cadangan air, karena air merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi manusia.

Bentuk bentang alam ternyata sangat mempengaruhi persebaran objek geografi. Cobalah kalian perhatiakan peta topografi duni. Pada umumnya, tempat-tempat yang di jadikan permukiman adalah daerah yang relatif datar. Hal tersebut di karenakan daearah yang datar memudahkan manusia untuk memperoleh air, mendirikan bangunan, membangun prasarana transportasi, dan mengolah lahan.

Di benua asia selain di daerah pantai penduduk juga memilih bertempat tinggal di sekitar daerah aliran sungai, misalnya DAS Gangga, DAS Irawadi, dan DAS Hoang Ho, sehingga akan di temukan pola pemukiman penduduk yang memanjang mengikuti alur sungai. Di Indonesia, pola seperti itu biasanya terdapat di pedesaan seperti di Provinsi Kalimantan yang mempunyai sungai-sungai besar.

Berbeda dengan pola pemukiman di daerah pengaliran sungai, pola pemukiman di daerah pegunungan biasanya terkonsentrasi di daerah-daerah tertentu,misalnya di lembah-lembah, karena pada umumnya lembah itu memiliki cadangan air yang cukup untukmemenuhi kebutuhan hidup.

Pola persebaran objek geografi juga di pengaruhi oleh ikli. Manusia akan cenderung hidup di daerah yang beriklim sejuk atau nyaman. Manusia tidak akan mau hidup di daerah yang terlampau panas atau yang terlampau dingin, kalaupun ada, jumlahnya sangat sedikit. Daerah yang memiliki iklim tropis dan sedang, sangat ideal untuk di jadikan tempat bermukim. Hal tersebut di sebabkan di daerah itulah berbagai tumbuhan dan hewan dapat hidup dan berkembang, sehingga peluang manusia untuk hidup dan berkembang pun akan lebih besar.

Di dalam merencanakan suatu wilayah, kecenderungan pola objek geografis juga sangat menentukan. Daerah dengan topografi terjal, persediaan air sedikit, dan tanah tidak subur, sehingga tidak akan cocok untuk di jadikan tempat permukiman.

Biasanya, pembangunan suatu wilayah dengan kondisi wilayah yang bergelombang akan mengalami hambatan yang serius, berbeda dengan daerah yang landai, subur dan memiliki banyak cadangan air, sehingga daerah yang landai akan memberi kemudahan bagi pengembangan wilayah.
Jika di lihat berdasarkan bentang alam, bentuk-bentuk objek geografi di permukaan bumi dapat di bedakan menjadi empat bagian, yaitu pegunungan, dataran tinggi, dataran rendah, dan daerah pantai.

1. Pegunungan
Daerah pegunungan merupakan daerah yang terdiri atas bukit-bukit dan rangkaian gunung-gunun. Di permukaan bumi ini, terdapat dua sistem pegunungan lipatan muda, yaitu Sirkum Mediteran dan Sirkum Pasifik. Daerah-daerah yang dibatasi pegunungan, cenderung mempunyai dataran pantai yang sempit, sehingga pegunungan menjadi penghalang masuknya pengaruh angin laut ke pedalaman 

2. Dataran Tinggi
Dataran tinggi merupakan wilayah yang bentuknya datar, bergelombang, dan berbukit-bukit. Daerah ini, biasanya memiliki tanah yang subur dan suhu udara sejuk. Oleh karena itu, dataran tinggi ini cocok untuk daerah perkebunan, seperti : perkebunan the, sayur-sayuran dan bunga-bungaan 

3. Dataran Rendah
Dataran rendah merupakan suatu wilayah yang datar atau tidak berbukit-bukit. Biasanya di daerah ini banyak di temukan rawa-rawa yang cukup luas. Namun daerah rawa ini kurang baik jika di manfaatkan untuk pertanian karena kondisi tanahnya yang terlalu asam. Tumbuhan bakau (mangrove) biasanya banyak tumbuh di daerah rawa dan tepi pantai . Tanaman bakau ini sangat berguna untuk menghalangi pantai dari terjangan gelombang dan mencegah tidak terjadinya abrasi. 

4. Daerah Pantai
Daerah pantai merupakan suatu wilayah yang secara langsung memperoleh pengaruh dari laut. Di Benua Eropa dan Amerika, daerah pantai banyak dijadikan sebagai tempat permukiman sehingga banyak pola permukiman yang mengikuti garis pantai.

Thursday, 24 December 2015

Sikap Masyarakat Terhadap Dampak Globalisasi

By Kpoper Media | At 16:53 | Label : | 0 Comments
Meski sejumlah pihak menyatakan bahwa globalisasi berawal di era modern, beberapa pakar lainnya melacak sejarah globalisasi sampai sebelum zaman penemuan Eropa dan pelayaran ke Dunia Baru. Ada pula pakar yang mencatat terjadinya globalisasi pada milenium ketiga sebelum Masehi. Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, keterhubungan ekonomi dan budaya dunia berlangsung sangat cepat. 

Meski dalam artian paling sederhananya globalisasi mengacu pada pelebaran, pendalaman, dan pemercepatan interkoneksi global, definisi semacam itu perlu dijelaskan lebih jauh lagi. Globalisasi dapat ditempatkan di dalam satu kontinuum bersama lokal, nasional, dan regional. Di satu ujung kontinuum, terdapat hubungan dan jaringan sosial dan ekonomi yang berbasis lokal dan/atau nasional; di ujung lain, terdapat hubungan dan jaringan sosial dan ekonomi yang menguat pada skala interaksi regional dan global. Globalisasi dapat merujuk pada proses perubahan ruang-waktu yang menopang transformasi susunan kehidupan manusia dengan menghubungkan sekaligus memperluas aktivitas manusia melintasi wilayah dan benua 

Globalisasi berasal dari kata “ global “ yang berarti meliputi seluruh dunia. Jadi globalisasi berarti proses masuknya ke ruang lingkup dunia

Beberapa pengertian globalisasi :
1. Globalisasi adalah sebuah perubahan sosial berupa bertambahnya keterkaitan diantara elemen-elemen yang terjadi akibat perkembangan teknologi di bidang transportasi dan komunikasi yang memfasilitasi pertukaran budaya dan ekonomi internasional
2. Globalisasi juga bisa diartikan proses dimana berbagai peristiwa, keputusan dan kegiatan di belahan dunia yang satu dapat membawa konsekuensi penting bagi berbagai individu dan masyarakat di belahan dunia yang lain.
3. Selain itu globalisasi juga berarti meningkatnya saling keterkaitan antara berbagai belahan dunia melalui terciptanya proses ekonomi, lingkungan, politik dan pertukaran kebudayaan.
Jadi globalisasi mencakup semua bidang seperti proses perubahan sosial, arus informasi, aliran barang, jasa dan uang serta pertukaran budaya. 

Internet adalah produk globalisasi sekaligus penggerak (katalis) yang menghubungkan para pengguna komputer di seluruh dunia. Sejak 2000 sampai 2009, jumlah pengguna Internet di seluruh dunia naik dari 394 juta orang menjadi 1,858 miliar. Pada tahun 2010, 22 persen penduduk dunia memiliki akses ke perangkat komputer dengan jumlah entri pencarian Google sebanyak 1 miliar per hari, 300 juta pengunjung blog, dan 2 miliar video ditonton setiap harinya di YouTube.

Hal yg mendorong derasnya arus globalisasi adalah kemajuan dalam bidang :
1. Teknologi informasi
Perkembangan pesat teknologi informasi melalui penggunaan komputer, satelit dan internet memungkinkan orang mengakses informasi yang dibutuhkan secara cepat.
2. Teknologi Komunikasi
Murahnya harga hp ( telp seluler ), kartu perdana dan layanan pesanan singkat (sms)
memungkinkan komunikasi antar orang tidak terganggu jauhnya jarak.
3. Transportasi
Kemajuan transportasi baik darat, laut maupun udara menyebabkan pergerakan (mobilitas ) manusia dari satu negara ke negara lain semakin cepat. Arus globalisasi tidak mungkin bisa dibendung karena berkaitan dengan perkembangan teknologi informasi, komunikasi dan transportasi. 

Anggapan terhadap Globalisasi :Globalisasi akan membuat dunia seragam sehingga menghilangkan jati diri bangsa, kebudayaan lokal dan identitas suatu daerah, karena arus budaya yang lebih besar yang merupakan budaya dan identitas global. Anggapan ini tidak semuanya benar karena terdapat arus globalisasi yang baik dan membawa kemajuan bagi manusia/ masyarakat. 

Ciri-ciri Globalisasi :
1. Perubahan dalam konsep ruang dan waktu yang diakibatkan oleh perkembangan telepon genggam, televisi satelit dan internet.
2. Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung satu negara dengan negara lain
3. Peningkatan interaksi budaya antar negara melalui media massa
4. Munculnya masalah global yang menuntut dunia mengatasi masalah tersebut secara bersama.

B. Sikap Masyarakat Terhadap Globalisasi
Sebagai makhluk sosial, seorang individu sejak lahir hingga sepanjang hayatnya senantiasa berhubungan dengan individu lainnya atau dengan kata lain melakukan relasi interpersonal. Dalam relasi interpersonal itu ditandai dengan berbagai aktivitas tertentu, baik aktivitas yang dihasilkan berdasarkan naluriah semata atau justru melalui proses pembelajaran tertentu. Berbagai aktivitas individu dalam relasi interpersonal ini biasa disebut perilaku sosial. 

Perilaku sosial sejatinya berbeda dengan perilaku karena perilaku adalah perbuatan/tindakan dan perkataan seseorang yang sifatnya dapat diamati, digambarkan dan dicatat oleh orang lain ataupun orang yang melakukannya dan tindakan itu tidak ditujukan kepada orang lain. Sedangkan perilaku sosial adalah suatu tindakan yang dilakukan seseorang dan secara khusus ditujukan kepada orang lain sebagai suatu bentuk interaksi sosial. 

Perilaku sosial seseorang dapat diterima oleh orang lain jika perilaku yang dilakukannya sesuai dengan norma sosian yang diatur oleh berbagai kontrol sosial. Jika perilaku sosial yang dilakukan oleh orang tersebut tidak sesuai dengan norma yang berlaku maka dapat dikategorikan sebagai perilaku aneh atau bahkan perilaku menyimpang. 

Perilaku sosial yang dilakukan oleh sekelompok orang yang bertempat tinggal dalam suatu wilayah dengan ketentuan norma sosial tertentu disebut perilaku sosial masyarakat. Karena norma sosial masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain berbeda maka perilaku sosial masyarakatnyapun berbeda. 

C. Dampak globalisasi terhadap perilaku sosial masyarakat 

1. Dampak positif globalisasi 
a. Perubahan tata nilai dan sikap
Adanya modernisasi dan globalisasi dalam budaya menyebabkan pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang semula irasional menjadi rasional. 

b. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi
Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat menjadi lebih mudah dalam beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju. 

c. Tingkat kehidupan yang lebih baik
Dibukanya industri yang memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih merupakan salah satu usaha mengurangi penggangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. 

d. Mudah melakukan komunikasi
Dengan perkembangan teknologi yang menciptakan peralatan komunikasi yang canggih maka kegatan komunikasi manusia yang satu dengan yang lainnya semakin terasa mudah. Dengan biaya yang sedikit seseorang sudah bisa berkomunikasi dengan seseorang yang jaraknya sangat jauh. 

e. Memacu untuk meningkatkan kualitas diri
Tuntutan perkembangan jaman di era globalisasi menuntut manusia untuk senantiasa mengembangkan dirinya agar tidak ketinggalan jaman. Dengan begitu, manusia akan membekali dirinya dengan mengenyam pendidikan yang tinggi agar arus globalisasi dapat dilalui dengan baik. 

Dampak positif globalisasi terhadap perilaku sosial masyarakat 
perubahan nilai yang mengubah pemikiran masyarakat yang semula irasional menjadi rasional sehingga untuk memecahkan masalah menjadi lebih mudah. Dengan begitu, semakin rasionalnya pemikiran manusia menjadikan hubungan antar satu manusia dengan manusia lain menjadi lebih akrab. Globalisasi juga menciptakan berbagai macam lapangan pekerjaan sehingga  menuntut manusia untuk memiliki jiwa profesionalisme terhadap pekerjaannya. Profesionalisme ini disebut sebagai perilaku yang sesuai dan seharusnya dilakukan oleh seseorang yang memiliki pekerjaan tertentu. 

2. Dampak negatif globalisasi terhadap perilaku sosial masyarakat 

a. Pola hidup konsumtif
Perkembangan industri yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan masyarakat melimpah. Dengan begitu masyarakat mudah tertarik untuk mengonsumsi barang dengan banyak pilihan yang ada. 

b. Sikap indivdualistik
Masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam beraktivitasnya. Kadang mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial. 

c. Gaya hidup kebarat-baratan
Tidak semua budaya Barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang mulai menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua, kehidupan bebas remaja, dan lain-lain. 

d. Kesenjangan sosial
Tidak semua budaya Barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang mulai menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua, kehidupan bebas remaja, dan lain-lain. 

e. Informasi yang tidak tersaring
Karena perkembangan teknologi yang semakin pesat maka pemberian informasi menjadi semakin mudah. Dengan mudahnya informasi didapat maka banyak informasi yang tidak mengalami penyaringan sehingga informasi yang didapat tidak semuanya merupakan informasi yang baik. 

Dampak negatif yang terjadi pada perilaku sosial masyarakat adalah semakin pudarnya budaya dan nilai-nilai sosial yang tertanam sejak jaman dahulu. Pudarnya nilai-nilai sosial ini mengubah perilaku manusia Indonesia yang dahulu menjunjung tinggi nilai kesopanan. Lihat saja sekarang ini bagaimana cara berpakaian remaja Indonesia, sudah sangat jauh dari kata sopan. Pergaulan yang dilakukan dengan berkiblatkan kebudayaan barat menjadikan perilaku masyarakat tidak mengindahkan nilai-nilai yang menjadi ciri khas Indonesia. 

C. Solusi dari dampak negatif globalisasi
Langkah- langkah untuk mengantisipasi dampak negatif globalisasi terhadap perilaku sosial masyarakat Indonesia antara lain yaitu : 

1. Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.
Pada dasarnya Pancasila merupakan suatu nilai kehidupan yang sangat sempurna. Di dalam pancasila terkandung aspek religi, sosial, kenegaraan, keadilan dan kepemimpinan. Pancasila merupakan ciri khas Indonesia, dengan melakukan nilai-nilainya dengan baik maka akan menjadi negara yang sempurna. Oleh karena itu, untuk menangkal adanya dampak negatif dari globalisasi cara yang cukup ampuh adalah menginternalisasi dan mengimplementasikan nilai pancasila dalam kehidupan seluruh masyarakat indonesia. 

2. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik-baiknya.
Ajaran agama selalu mengajarkan kebaikan. Arus globalisasi yang membawa pengaruh westerinasi memberikan kebebasan orang yang menganutnya. Kebebasan yang dimaksudkan adalah kebebasan yang sebebas-bebasnya sehingga apapun yang dimau maka akan dilakukan tanpa ada yang melarang. Ajaran agama memberikan aturan-aturan kepada umatnya agar berbuat baik, sehingga dengan melaksanakan ajaran agama dengan baik seseorang dapat terhindar dari anggapan bahwa hidup itu bebas semau kehendaknya. Melakukan ajaran agama dapat menciptakan perilaku sosial seseorang baik sehingga hubungan masyarakat dapat berjalan dengan harmonis. 

3. Melakukan penyaringan terhadap informasi yang beredar.
penyaringan informasi sebaiknya dilakukan oleh semua pihak, baik orang tua, teman, sekolah dan pemerintah. Dengan dilakukan penyaringan informasi maka masyarakat tidak terkontaminasi dengan dampak negatif globalisasi yang mengubah kebiasaan, nilai kehidupan dan pandangan hidup. 

4. Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenarnya dan seadil-adilnya.
Perilaku sosial dibatasi oleh norma-norma. Sebaiknya sebagai masyarakat indonesia yang baik adalah melaksanakan semua norma-norma yang berlaku dan melakuka penegakan hukum jika terdapat penyelewengan terhadap norma yang berlaku, dengan begitu dampak nergatif globalisasi yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku dalam masyarakat Indonesia bisa dicegah.

Pengertian Pola Aliran Sungai dan Laut Asia Tenggara

By Kpoper Media | At 16:41 | Label : | 0 Comments
Sungai adalah aliran air yang besar dan memanjang yang mengalir secara terus-menerus dari hulu (sumber) menuju hilir (muara). 

Ada juga sungai yang terletak di bawah tanah, disebut sebagai "underground river". Misalnya sungai bawah tanah di Gua Hang Soon Dong di Vietnam, sungai bawah tanah di Yucatan (Meksiko), sungai bawah tanah di Gua Pindul (Filipina). 

Sungai merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Air dalam sungai umumnya terkumpul dari presipitasi, seperti hujan, embun, mata air, limpasan bawah tanah, dan di beberapa negara tertentu juga berasal dari lelehan es/salju. Selain air, sungai juga mengalirkan sedimen dan polutan. 

A. Pola Aliran Sungai Asia Tenggara
Dataran di kawasan Asia Tenggara umumnya berasosiasi dengan sungai-sungai besar.
Asosiasi dengan sungai ini memberikan materi alluvium hasil pengendapan oleh sungai di sekitar aliran sungai. Bentuk permukaan bumi bawah laut di kawasan Asia Tenggara tidak jauh berbeda dengan daratan. Di bawah laut terdapat juga jajaran pegunungan, dataran, hingga jurang dalam yang sering disebut palung. Delta alah endapan material yang terbentuk di muara sungai akibat dari banyaknya material yang dibawa oleh aliran sungai.

Jenis-jenis sungai menurut jumlah airnya:
  1. sungai permanen - yaitu sungai yang debit airnya sepanjang tahun relatif tetap. Contoh sungai jenis ini adalah sungai Kapuas, Kahayan, Barito, dan Mahakam di Kalimantan, Sungai Musi dan Sungai Indragiri di Sumatra.
  2. sungai periodik - yaitu sungai yang pada waktu musim hujan airnya banyak, sedangkan pada musim kemarau airnya sedikit. Contoh sungai jenis ini banyak terdapat di Pulau Jawa, misalnya Bengawan Solo dan Sungai Opak di Jawa Tengah, Sungai Progo dan Sungai Code di Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Sungai Brantas di Jawa Timur.
  3. sungai intermittent atau sungai episodik - yaitu sungai yang mengalirkan airnya pada musim penghujan, sedangkan pada musim kemarau airnya kering. Contoh sungai jenis ini adalah Sungai Kalada di Pulau Sumba dan Sungai Batanghari di Sumatra.
  4. sungai ephemeral - yaitu sungai yang ada airnya hanya pada saat musim hujan. Pada hakekatnya, sungai jenis ini hampir sama dengan jenis episodik, hanya saja pada musim hujan sungai jenis ini airnya belum tentu banyak.
Sungai seringkali dikendalikan atau dikontrol supaya lebih bermanfaat atau mengurangi dampak negatifnya terhadap kegiatan manusia.
  1. Bendung dan Bendungan dibangun untuk mengontrol aliran, menyimpan air atau menghasilkan energi.
  2. Tanggul dibuat untuk mencegah sungai mengalir melampaui batas dataran banjirnya.
  3. Kanal-kanal dibuat untuk menghubungkan sungai-sungai untuk mentransfer air maupun navigasi
  4. Badan sungai dapat dimodifikasi untuk meningkatkan navigasi atau diluruskan untuk meningkatkan rerata aliran.
Manajemen sungai merupakan aktivitas yang berkelanjutan, karena sungai cenderung untuk mengulangi kembali modifikasi buatan manusia. Saluran yang dikeruk akan kembali mendangkal, mekanisme pintu air akan memburuk seiring waktu berjalan, tanggul-tanggul dan bendungan sangat mungkin mengalami rembesan atau kegagalan yang dahsyat akibatnya. Keuntungan yang dicari dalam manajemen sungai seringkali "impas" bila dibandingkan dengan biaya-biaya sosial ekonomis yang dikeluarkan dalam mitigasi efek buruk dari manajemen yang bersangkutan. 

Sungai-sungai penting dan membentuk delta yang luas di Asia Tenggara:
1. Irrawaddy
2. Sittang
3. Salween
4. Chao Pharaya
5. Meuong
6. Hitam
7. Merah
8. Perak
9. Pahang

Sedangkan sungai-sungai pendek, deras, dan membentuk delta yang kecil di Asia Tenggara:
1. Batang Hari
2. Musi
3. Kinabatangan
4. Rajang
5. Kapuas
6. Barito
7. Bengawan Solo
8. Brantas
9. Cagayan
10. Agosan
11. Mindana

Pola aliran asia tenggara dapat dibedakan atas dua sistem, yaitu;
1. Sistem aliran benua asia tenggara : sungai-sungai umumnya sangat panjang seperti sungai Irawadi, Mekong dan sebagainya
2. Sistem aliran kepulauan asia tenggara : sungai-sungai umumnya agak pendek kebanyakan mengalir kearah laut dangkal (dangkalan sunda). Lembagaan yang dangkal mengakibatkan terbentuknya sungai yang mengalir perlahan-lahan oleh sebab itu kebanyakan sungai telah membentuk dataran pantai meluas dan meliputi kawasan payau yang luas. 

B. Laut Asia Tenggara
1. Laut Cina Selata n yang dikelilingi negara-negara Cina,Vietnam, Thailand,kamboja
Filipina,Malaysia, Indonesia, Brunei dan Singapura.(Dangkalan Sunda dan Palung
Cina)
2. Laut Jawa terletak antara pulau Jawa dan Kalimantan(Dangkalan Sunda)
3. Laut Arafuru terletak Papua , Kepulauan Arafuru dan Kei. (Dangkalan Sahul)
4. Laut Maluku terletak antara Sulawesi bagian Utara dengan Maluku Utara.
5. Laut Banda terletak dikelilingi oleh Sulawesi Tenggara (bagian Timur) pulau-
pulauPropinsi Maluku, pulau Atauro (Timor Leste) dan pulau Alor-NTT.
6. Laut Sawu terletak di Selatan pulau Flores dengan pulau Sumba, pulau Timor dan pulau
Sabu /Sawu.
7. Laut Sulawesi di Utara pulau Sulawesi antatar Filipina Selatan (Mindanau) dan
Sabah (Malaysia)
8. Laut Natuna tertetak di Selatan Kep. Natuna dan Anambas.(Dangkalan Sunds)
9. Laut Buru di Utara Pulau Buru antara pulau Buru dan Kepulauan Sula.
10. Laut Halmahera antara pulau Halmahera Selatan dan Kepala Burung (Papua Barat)
11. Laut Timor di Selatan pulau Timor dan Utara Australia (Dangkalan Sahul)
12. Laut Seram di Utara pulau Seram dan sebelah Barat Kepala Burung Papua Barat)
13. Laut Andaman antara kep. Andaman dan Nikobar (India) dan Myanmar Selatan
14. Laut Flores di utara pulau Flores / di sebelah Selatan Sulsel. (Wallacea)
15. Laut Sulu terletak antara Sabah (Malaysia), Kepulauan Sulu, Pulau Palawan dan Mindanau.

Laut Sulu adalah sebuah laut besar di bagian barat daya Filipina, yang dipisahkan dari Laut China Selatan di barat laut oleh Palawan, dan dariLaut Sulawesi di tenggara oleh Kepulauan Sulu. Borneo ada di barat daya dan Visayas di timur laut. 

Laut Sulu 
memiliki sejumlah pulau. Kepulauan Cuyo dan Cagayan de Sulu adalah bagian provinsi Palawan sedangkan Cagayan de Tawi-Tawi danKepulauan Kura-kura merupakan bagian provinsi Tawi-Tawi. Laut Sulu juga tempat di mana Taman Laut Nasional Karang Tubbataha, sala satu situs Warisan Dunia terletak.

Laut Jawa adalah perairan dangkal dengan luas kira-kira 310.000 km2 di antara Pulau Kalimantan, Jawa, Sumatera, dan Sulawesi di gugusan kepulauan Indonesia. Laut ini relatif muda, terbentuk pada Zaman Es terakhir (sekitar 12.000 tahun Sebelum Masehi) ketika dua sistem sungai bersatu. Di barat lautnya, Selat Karimata yang menghubungkannya dengan Laut China Selatan. Di bagian barat daya, laut ini terhubung ke samudra Indonesia melalui selat Sunda. Pada masa lalu, Selat Karimata dan Laut Jawa ini dikenal pula sebagai Laut Sunda

Laut Jawa 
Di Laut Jawa terdapat beberapa gugusan pulau dan kepulauan: Kepulauan Seribu di utara Kabupaten Tangerang dan secara administratif masuk dalam wilayah DKI Jakarta, Kepulauan Karimun Jawa yang masuk administrasi Jawa Tengah, Pulau Bawean dan pulau-pulau kecil di sekitarnya, Kepulauan Masalembo, dan Pulau Kangean beserta pulau-pulau kecil di sekitarnya yang berada di bawah administrasi Provinsi Jawa Timur. 

Perikanan adalah kegiatan ekonomi penting di Laut Jawa. Ada 3000 lebih spesies kehidupan laut di daerah ini. Laut Jawa, khususnya di bagian barat memiliki cadangan minyak bumi dan gas alam yang dapat dieksploitasi. 

Daerah sekitar Laut Jawa merupakan daerah tujuan pariwisata populer. Selam scuba menawarkan kesempatan untuk menjelajahi dan memfoto gua bawah laut, kapal tenggelam, terumbu karang, dan kehidupan bawah air. Beberapa taman nasional berada di daerah ini. Dekat Jakarta, di Kepulauan Seribu adalah Taman Nasional Ujung Kulon. Karimun Jawa adalah taman nasional yang terdiri dari dua puluh tujuh pulau. Pulau Menjagan, dekatBali, adalah taman nasional "secluded".
Dalam sejarah Perang Dunia II, Laut Jawa merupakan lokasi naas bagi pasukan Sekutu. Pada bulan Februari dan Maret 1942, angkatan Laut Belanda, Britania, Australia, dan Amerika Serikat nyaris dihancurkan seranganJepang. 

Laut Cina Selatan
Laut Cina Selatan adalah bagian Samudra Pasifik dan salah satu laut luar terbesar di Bumi. Walaupun dikelilingi oleh negara-negara berbeda, laut ini tetap dinamakan dengan Laut Cina Selatan dan ternyata menyimpan cerita menarik dalam sejarahnya. Di Cina, masyarakat lokal menyebut laut ini sebagai Laut Selatan karena membatasi Cina di bagian selatan. Di Vietnam, laut ini disebut Laut Timur karena berada di sebelah timur negara tersebut. Sebenarnya nama cina selatan diberikan oleh pelaut Portugis yang mengadakan perdagangan dengan Cina. Sebelumnya mereka menamakan laut ini Laut Selatan, namun karena masih banyak laut yang membatasi Cina di bagian selatan sehingga diubah menjasi Laut Cina Selatan

Laut Andaman
(bahasa Myanmar:  IPA: [moʊʔtəma̰]) adalah laut yang terletak di tenggara Teluk Benggala, selatan Myanmar dan baratThailand; laut ini merupakan bagian dari Samudra Hindia dengan panjang 1200 km (utara-selatan) dan lebar 650 km (timur-barat), dengan luas 797.700km2. Kedalaman rata-ratanya adalah 870 meter, dan kedalaman maksimum adalah 3.777 meter.

C. Tipe Batuan
Dari sejumlah batuan yang memiliki ciri khas yang berbeda – beda terangkum dalam sebuah lempeng – lempeng yang tersebar di seluruh dunia. Lempeng – lempeng di permukaan bumi bersifat dinamis, karena adanya perbedaan perlapisan dan tenaga endogen yang mengakibatkan pergerakan lempeng. Dari pergerakan lempeng dapat menimbulkan sebuah siklus batuan, .  Permukaan bumi terdiri dari 15 lempeng besar (mayor) dan 41 lempeng kecil (minor), 11 lempeng kuno dan 3 dalam orogens, dengan jumlah keseluruhan 70 lempeng tektonik yang tersebar di seluruh permukaan bumi.

Pengertian Penampang Melintang Bentuk Muka Bumi

By Kpoper Media | At 09:09 | Label : | 1 Comments
Diagram atau penampang melintang adalah gabaran atau profil relief dari bentuk muka bumi, baik di daratan atau di dasar laut secara melintang yang diukur dari permukaan air laut. Diagram atau penampang melintang dapat menyjikan gambaran bentuk muka bumi yang menyerupai atau mendekati bentuk yang sesungguhnya di lapangan. 

Dengan penampang melintang maka dapat diketahui/dilihat secara jelas bentuk dan ketinggian suatu tempat yang ada di muka bumi. Untuk membuat sebuah penampang melintang maka harus tersedia peta topografi sebab hanya peta topografi yang dapat dibuat penampang melintangnya 

a) Menggambarkan tingkat kemiringan bentuk muka bumi (kelerengan)
b) Menggambarkan bentuk puncak atau lembah
c) Menggambarkan tiga dimensi bentuk muka bumi
d) Menggambarkan bentuk muka bumi di daratan dan lautan 

1. Penampang melintang daratan
Jika suatu wilayah daratan diiris secara melintang (membuat penampang melintangnya), perbedaan ketinggian seluruh daratan akan terlihat jelas. Sebagai contoh Benua Australia ketika dipotong melintang, maka terdapat penampang melintang tersebut dapat dikenali adanya relief bumi berupa gunung, bukit, dan cekungan. Kenampakan dimulai dari Teluk Collier, yaitu: Gunung Ord (936 m), Plato Kimberly, Gunung Zeil (1511), Danau Eyre , Pegunungan Flinders, Danau Frone, Bukit Brokn, dan Gunung Kosciusko (2.228 m) 

2. Penampang melintang lautan
Di daratan garis kontur menghubungkan tempat-tempat berketinggian sama, sedangkan kontur pada batimetri menghubungkan tempat-tempat dengan kedalaman sama di bawah permukaan air. Bentuk relief dasar laut,
  1. Paparan/selasar benua
Paparan benua (continental shelf) merupakan kelanjutan wilayah benua (kontinen). Kedalamannya ±200 m. Contohnya Dangkalan Sunda antara Kalimantan, Jawa, dan Sumatera yang berkedalaman ± 40 – 45 meter. Daerah tebing paparan benua disebut tebing benua/kontinen.
  1. Dataran abisal
Dataran abisal (bassin floor) adalah dasar laut yang luas setelah tebing benua, dan mengarah ke laut lepas. Dataran abisal merupakan bagian dari paparan benua.
  1. Punggung laut (ridge/rise)
Punggung laut atau punggung bukit lautan, adalah bentukan di dasar laut yang mirip tanggul raksasa. Panjangnya bisa ribuan kilometer. Punggung laut dibatasi oleh laut dalam di kanan kirinya.Punggung laut yang berlereng curam disebut ridge, sedangkan yang berlereng landai disebut rise.
  1. Gunung laut
Gunung laut adalah bagian yang berdiri sendiri, dan kakinya mulai dari dasar laut. Puncak gunung dapat muncul ke permukaan air. Contohnya Gunung Krakatau di Selat Sunda.
  1. Lubuk laut/Basin
Lubuk laut atau basin/bekken adalah cekungan di dasar laut berbentuk bulat atau lonjong (oval). Basin terjadi akibat pemerosotan dasar laut.
  1. Palung Laut (Trench / trog)
Palung adalah dasar laut sangat dalam dan berdinding curam, yang semakin ke dasar semakin menyempit. Palung sempit dan tidak terlalu curam disebut trench, sedangkan jika lebih lebar dan curam disebut trog. Kedalaman palung bisa mencapai ± 7.000 – 11.000 meter.
  1. Parit laut
Parit laut adalah bentukan dasar laut yang terjadi akibat masuknya satu lapisan/lempeng benua ke bawah lapisan/lempeng benua yang lain  

Contoh pola-pola objek geografi menurut bentuk muka buminya
Geografi adalah ilmu yang mempelajari sebab akibat dari berbagai kenampakan, gejala, dan peristiwa yang terjadi di muka bumi, beserta permasalahannya melalui pendekatan keruangan dan pewilayahan.

Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk-bentuk muka bumi dan proses terjadinya.
Pengertian ruang (space) dalam geografi adalah keseluruhan permukaan bumi yang merupakan lapisan biosfer, yaitu sebagai tempat hidup manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. 

Pengertian wilayah (region) dalam geografi adalah kesatuan alam yang seerba sama (homogen) dan memiliki ciri khas atau karakteristik khusu tertentu sehingga dapat dibedakan dengan wilayah yang lain.
Prinsip geografi digunakan sebagai dasar dalam menjelaskan gejala atau fenomena yang terjadi untuk dapat memahami karakteristik dan keterkaitannya dengan gejala atau fenomena lain. 

a. Prinsip interalasi: menghubungkan gejala yang terjadi di suatu tempat dengan tempat lain di suatu ruang yang sama.
b. Prinsip deskripsi: memberikan penjelasan berdasarkan fakta-fakta dan bukti-bukti yang jelas dan akurat dengan disertai gambar, tabel, grafik, peta maupun diagram.
c. Prinsip penyebaran: menganalisis penyebaran suatu gejala atau fakta di permukaan bumi yang meliputi bentang alam, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan manusia.
d. Prinsip korologi: mengkaji secara ilmiah gejala-gejala yang dikaji berdasrkan fakta-fakta dan bukti-bukti melalui sebaran, interksi, atau interelasinya sehingga dapat diketahui karakteristk khusus dari gejala-gejala tersebut di dalam suatu ruang. 

1. Pola iklim (suhu dan tekanan udara)
Suhu atau temperatur udara adalah kondisi panas atau dinginnya udara di suatu tempat yang diukur dengan satuan derajat Celcius (°C). Tekanan udara adalah tenaga yang bekerja untuk mengerahkan massa udara tiap satuan luas tertentu. Tingkat suhu udara atau tekanan udara di suatu tempat dipengaruhi oleh relief permukaan bumi. 

2. Pola aliran sungai
Pola aliran sungai menurut arah aliran airnya, yaitu:
1) Konsekuen: arah alirannya sejajar atau searah dengan kemiringan lereng
2) Subsekuen: arah alirannya tegak lurus dengan kemiringan lereng atau tegak lurus dengan arah aliran sungai konsekuen
3) Obsekuen: arah alirannnya berlawanan dengan kemiringan lereng
4) Insekuen: arah alirannya tidak beraturan dan tidak mengikuti kemiringan lereng
5) Resekuen: arah alirannya sejajar dengan aliran sungai konsekuen 

Karakteristik aliran sungai yang mengikuti bentang lahannya, yaitu:
1) Radial: pola aliran yang menjauhi atau keluar dari dome/bukit/gunung dan menuju atau mendekati cekungan (depresi).
2) Dendritik: pola aliran sungai berbentuk seperti akar pohon dan cabang-cabangnya.
3) Trelis: pola aliran sungai yang merupakan hasil kombinasi dari sungai konsekuen, resekuen, dan obsekuen yang dapat dijumpai di daerah lipatan.
4) Rectangular: pola aliran sungai yang mengikuti bentuk-bentuk patahan.
3. Pola pemukiman menurut bentang alamnya
a. Pola pemukiman memusat
Rumah-rumah penduduk mengumpul menjadi satu dengan tanah pertanian, perkebunan, peternakan atau pertambangan di sekitarnya.
b. Pola pemukiman memanjang
Rumah-rumah penduduk memanjang atau mengikuti suatu bentang alam atau budaya, misalnya pantai, sungai, jalan, atau rel kereta.
c. Pola pemukiman memencar
Rumah-rumah penduduk memencar atau memisah sendiri-sendiri. 

4. Pola penggunaan tanah
Pola penggunaan tanah di suatu wilayah dengan wilayah lainnya tidak selalu sama. Tanah sebagian besar dimanfaatkan manusia untuk melakukan kegiatannya, baik untu kepentigan sosial (perukiman, lapangan olahraga, taman, dsb) maupun untuk kegiatan ekonomi (sawah, perkebunan, perindustrian, dsb). Kegiatan manusia memanfaatkan tanah tersebut mengakibatkan terbentuknya pola penggunaan tanah.

Teori Pembentukan Benua

By Kpoper Media | At 08:54 | Label : | 0 Comments
Pada awalnya bumi terbentuk seluruh benua merupakan satu daratan yang amat luas, belum terbagi-bagi oleh pergeseran kerak bumi; daratan tersebut disebut Pangea, pada masa mesozoic terbagi atas dua bagian besar yaitu gondwana di belahan Bumi selatan dan laurasia di belahan Bumi utara. 

Permukaan Bumi bervariasi dari tempat ke tempat. Sekitar 70,8% permukaan Bumi ditutupi oleh air, dan terdapat banyak landas benua di bawah permukaan laut. Luas permukaan Bumi yang ditutupi oleh air setara dengan 361,132 km2 (139,43 juta sq mi). Permukaan Bumi yang terendam memiliki bentang pegunungan, termasuk rangkaian punggung tengah samudra dan gunung api bawah laut, bentang lainnya adalah palung laut, lembah bawah laut, dataran tinggi samudra, dan dataran abisal. Sisanya, 29,2% (148,94 km2 atau 57,51 juta sq mi) permukaan Bumi dilingkupi oleh daratan, yang terdiri dari pegunungan, padang gurun, dataran tinggi, pesisir, dan geomorfologi lainnya. 

A. Pembentukan Benua
Teori-teori terjadinya benua menurut Alfred Lother Wegener disebut teori apungan dan pergeseran benua. Ia mengungkapkan teori tersebut pada tahun 1912 dihadapan perhimpunan ahli geologi di Frankfurt, Jerman. Teorinya diungkapkan pertama kali dalam bentuk buku pada tahun 1915 yang berjudul Die Enstehung der Kontinente und Ozeane (Asal Usul Benua dan Lautan). Buku tersebut menimbulkan kontroversi besar di lingkungan para ahli geologi, yang mereda pada tahun 60-an setelah teori apungan dan pergeseran benua oleh Wegener semakin banyak mendapat penganut di lingkungan ahli ilmu pengetahuan.
Titik tolak teori Wegener tersebut adalah : 

a. Adanya persamaan yang mencolok antara garis kontur pantai timur Benua Amerika Utara dan Selatan dengan garis kontur pantai barat Eropa dan Afrika. Kedua garis yang sama tersebut, dahulu adalah daratan yang berhimpitan. Inilah sebabnya formasi geologi di bagian-bagian yang bertemu itu sama.
b. Daerah Greenland sekarang bergerak menjauhi daratan Eropa dengan kecepatan 36 meter setiap tahun, sedangkan Kepulauan Madagaskar menjauhi Afrika Selatan dengan kecepatan 9 meter setiap tahun. Menurut Wegener, benua sekarang ini dahulu merupakan satu benua (Benua Pangea). Benua tunggal ini mulai terpecah oleh gerakan benua besar dari selatan, baik ke arah barat maupun arah utara menuju khatulistiwa. Peristiwa tersebut menyebabkan terjadinya hal-hal berikut : 

1. Bentangan-bentangan Samudera dan benua mengapung sendiri-sendiri.
2. Samudra Atlantik menjadi semakin luas karena Benua Amerika terus bergerak ke arah barat. Dengan demikian, terjadi lipatan-lipatan kulit bumi yang menjadi jajaran pegunungan utara dan selatan yang terdapat di Sepanjang Pantai Amerika Utara dan Selatan.
3. Adanya kegiatan seismik yang luar biasa di sepanjang patahan St. Andreas dekat pantai barat Amerika Serikat. 

Pada peta dunia kalian akan melihat simbol warna seperti warna hijau, cokiat, kuning, putih dan biru. Jadi Akibat pergeseran itu terbentuklah benua-benua : Amerika, Afrika, Eropa, Asia, Australia dan Antartika Benua-benua yang ada di dunia terdiri atas 6 benua dengan 1 benua tidak dihuni secara permanen yaitu benua antartika Benua-benua tersebut mempunyai luas yang berbeda-beda. 

Pengertian Pegunungan Di Asia Tenggara

By Kpoper Media | At 08:35 | Label : | 0 Comments
Gunung adalah sebuah bentuk tanah yang menonjol di atas wilayah sekitarnya. Gunung adalah bagian dari permukaan bumi yang menjulang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah sekitarnya. Sebuah gunung biasanya lebih tinggi dan curam dari sebuah bukit, tetapi ada kesamaaan, dan penggunaan sering tergantung dari adat lokal 

Terdapat tiga jenis tipe utama dari gunung. Gunung api, gunung lipatan, dan gunung patahanKetiga tipe ini terbentuk dari lempeng tektonik ketika bagian dari kerak bumi bergerak, roboh dan tenggelam. Tenaga endogen, pengangkatan isotasi dan intrusi magma mengangkat lapisan batuan ke atas dan membentuk sebuah dataran yang lebih tinggi dari dataran sekitar. Ketinggian dari pengangkatan ini membentuk bukit, jika bukitnya lebih tinggi dan lebih curam maka terbentuklah gunung. 

Iklim di pegunungan menjadi lebih dingin setiap naiknya ketinggian. Hal ini terjadi disebabkan pemanasan bumi oleh matahari yang terjadi secara radiasi

A. Sistem Pegunungan Asia Tenggara
Dilihat dari lingkungan fisiknya, kawasan Asia Tenggara terdiri atas banyak pegunungan, perbukitan, dan dataran tinggi. Dataran tinggi dibagi lagi menjadi dua, sebagai berikut : 

1. Dataran tinggi Shar, dengan ciri-ciri:
a. Ketinggian kira-kira 900 m
b. Terdiri atas batu kapur dan tanahnya poros serta kering
c. Kaya dengan mineral seperti zink, nikel, wolfram,dan batu permata 

2. Dataran tinggi Korat, dengan cirri-ciri:
a. Ketinggian kira-kira 500m
b. Terdiri atas batu pasir merah yang poros
c. Dialiri oleh sungai Nam Mun dan Nam Chi. 

Selain itu, kawasan Asia Tenggara di lalui dua jalur atau rangkaian gunung api, yaitu Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania.Tabrakan lempeng Tektonik karena gerakan saling mendekat menimbulkan pegunungan. Tabrakan datar lempeng juga dapat menimbulkan palung samudera,apabila salah satu lempeng menunjam ke dasar laut. Gerakan lempeng yang saling menjauh bias membentuk pematang samudera di dasar laut dan lembah retak di daratan. Sedang gerakan saling menggeser antar lempeng menimbulkan sesar. Selain pegunungan, perbukitan, dan dataran tinggi, di kawasan ini juga tersebar beberapa dataran rendah, yang meliputi delta, lembah, dataran banjir, maupun dataran pantai, dan lain-lain sebagainya. 

1. Pegunungan Bukit Barisan
Pegunungan Bukit Barisan adalah jajaran pengunungan yang membentang dari ujung utara (Aceh) sampai ujung selatan (Lampung) pulau Sumatra, memiliki panjang lebih kurang 1650 km. Rangkaian pegunungan ini mempunyai puncak tertinggi Gunung Kerinci yang berlokasi di Jambi, berketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut. Pegunungan Bukit Barisan terletak dekat pertemuan antara pelat tektonik Eurasia dan Australia. 

2. Pegunungan Sewu
Pegunungan Sewu adalah nama untuk deretan pegunungan yang terbentang memanjang di sepanjang pantai selatan Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah), hingga Kabupaten Tulungagung (Jawa Timur) di Pulau Jawa. Deretan pegunungan Sewu terbentuk karena pengangkatan dasar laut ribuan tahun silam. Batuan kapur menjadi ciri khas pegunungan ini. 

3. Pegunungan Krâvanh Mountains (Pegunungan Cardamom)
Pegunungan Krâvanh Mountains, atau Pegunungan Cardamom (Khmer , Chuor Phnom Krâvanh, adalah deretan pegunungan di Kamboja barat daya didekat perbatasan dengan Thailand. Titik tertinggi pegunungan ini adalah 1.813 meter. 

4. Pegunungan Titiwangsa
Pegunungan Titiwangsa (bahasa Melayu:Banjaran Titiwangsa) adalah jajaran pegunungan yang membentuk tulang punggung Semenanjung Malaya. Jajaran ini dimulai di utara di Thailand Selatan, membentang ke tenggara dan berakhir di selatan dekat Jelebu, Negeri Sembilan, Malaysia. Dengan titik tertingginya 2.183 m di Gunung Korbu, pegunungan ini menjadi batas alami, memisahkan Semenanjung Malaysia menjadi daerah pesisir timur dan barat. 

5. Pegunungan Jayawijaya
Pegunungan Jayawijaya adalah nama untuk deretan pegunungan yang terbentang memanjang di tengah provinsi Papua Barat dan Papua (Indonesia) hingga Papua Newguinea di Pulau Irian. Deretan Pegunungan yang mempunyai beberapa puncak tertinggi di Indonesia ini terbentuk karena pengangkatan dasar laut ribuan tahun silam. Meski berada di ketinggian 4.800 mdpl, fosil kerang laut, misalnya, dapat dilihat pada batuan gamping dan klastik yang terdapat di Pegunungan Jayawijaya. 

Sebenarnya tidak ada definisi umum untuk gunung. Ketinggian, volume, relief, kecuraman, jarak dan kontinuitas dapat dijadikan kriteria dalam mendefinisikan gunung. Menurut KBBI, definisi gunung adalah "Bukit yg sangat besar dan tinggi (biasanya tingginya lebih dari 600 m) 

Terbentuknya pegunungan berlangsung melewati tiga tahap. Tahap pertama adalah sedimentasi, endapan terbawa dari daratan oleh sungan atau terlempar keluar dari gunung berapi. Endapan mengendap menjadi lapisan tebal, biasanya di dalam lautan dan kemudian termampatkan menjadi batuan endapan. Kedua, pergerakan lapisan kerak akan mendesak batu-batuan dan mendorongnya sehingga terlipat. Ketiga, tekanan yang sangat besar menyebabkan lapisan batuan terangkat membentuk pegunungan.

Wednesday, 23 December 2015

Penjelasan Lengkap Peta Topografi

By Kpoper Media | At 18:29 | Label : | 0 Comments

Secara historis, perkembangan peta topografi sebagian besar didorong oleh kebutuhan militer. Saat ini, operasi taktis dan kegiatan tentara sedemikian kompleks sehingga sangat penting bagi semua prajurit untuk dapat membaca dan menafsirkan peta, agar dapat bergerak cepat dan efektif di medan perang. Pengenalan medan dapat memberikan perbedaan nyata dalam medan pertempuran.D

Dengan kekuatan militer yang tersebar di seluruh dunia, maka militer bergantung pada peta untuk memberikan informasi terhadap unsur-unsur tempur dan untuk menyelesaikan operasi logistik. Mobilitas tentara dan material yang harus diangkut, disimpan, dan ditempatkan ke dalam operasi pada waktu dan tempat yang tepat. Banyak dari perencanaan ini harus dilakukan dengan menggunakan peta. Oleh karena itu, setiap operasi memerlukan pasokan peta, namun meskipun kita memiliki peta terbaik, peta tidak akan berharga kecuali pengguna peta tahu bagaimana cara membacanya.

Peta Topografi sebuah cara memproyeksi dari sebagian Fisik Bumi. Atau representasi grafis dari bagian permukaan bumi yang ditarik ke skala, Menggunakan warna, simbol, dan label untuk mewakili fitur yang ditemukan pada permukaan bumi

A. Menginterpretasi Peta Topografi

Peta topografi adalah peta yang menggambarkan tinggi rendahnya muka bumi. Dari peta topografi kita dapat mengetahui ketinggian suatu tempat secara akurat. Cara menginterpretasikan peta topografi berbeda dengan peta umum karena sImbol-simbol yang digunakan berbeda.Representasi yang ideal akan terwujud jika setiap fitur dari daerah yang dipetakan dapat ditunjukkan dalam bentuk yang benar.

Untuk dapat dimengerti, peta harus diwakili dengan tanda konvensional dan simbol. Pada peta skala 1:250.000, simbol yang ditentukan untuk membangun mencakup areal seluas 500 meter persegi di atas tanah, sebuah simbol jalan adalah setara dengan lebar jalan sekitar 520 kaki di tanah, simbol untuk rel kereta api tunggal adalah setara dengan rel kereta api sekitar 1.000 kaki pada tanah. Pemilihan fitur yang akan ditampilkan, serta penggambaran legenda harus sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh Badan Pemetaan.

Secara Umum Peta topografi suatu peta yang menunjukkan maklumat topografi dan fitur-fitur yang ada di atas permukaan bumi. Bukit, sungai, jalan dan lainlain ada ditunjukkan. Nama-nama tempat, sungai, gunung dan lain-lain dinyatakan dengan jelas. Seperti peta lain, simbul dan warna digunakan untuk mewakili sesuatu fitur.

Pada peta topografi terdapat garis-garis kontur yang menunjukkan relief muka bumi

Peta topografi menunjukkan bentuk-bentuk muka bumi.
Lereng, Cekungan (Depresi), Bukit, Pegunungan

 
 

clip_image002

Penggambaran dasar permukaan bumi pada Peta Topografi.

 
 

Pada peta topografi terdapat garis-garis kontur yang menunjukkan relief muka bumi. Peta topografi menunjukkan bentuk-bentuk muka bumi. Bentuk-bentuk muka bumi tersebut adalah sebagai berikut.

· Lereng

 
 

clip_image004

Gambar 2. Kenampakan Lereng pada Peta Topografi

· Cekungan (Depresi)

Cekungan (Depresi) pada peta topografi digambarkan seperti di bawah ini!

clip_image006

Gambar 3. Cekungan atau Depresi

· Bukit

Bukit pada peta topografi digambarkan seperti di bawah ini.

clip_image008

Gambar 4. Bukit pada Peta Topografi

· Pegunungan

Pegunungan pada peta topografi digambarkan seperti di bawah ini!

clip_image010

Gambar 5. Kenampakan Pegunungan pada Peta Topografi

Kategori Peta Topografi Berdasarkan Skala. Adalah sebagai berikut :

  1. Skala Kecil. Peta dengan skala 1:1.000.000 dan lebih kecil digunakan untuk perencanaan umum dan untuk studi strategis. Peta skala kecil standar memiliki skala 1:1.000.000. Peta ini meliputi area yang sangat besar dengan mengorbankan detail.
  2. Skala Menengah. Peta dengan skala lebih besar dari 1:1.000.000 tetapi lebih kecil dari 1:75.000 digunakan untuk perencanaan operasional. Peta ini mengandung detail dengan jumlah sedang. Peta skala menengah standar memiliki skala 1:250.000. Ada juga peta dengan skala 1:100.000.
  3. Skala Besar. Peta dengan skala 1:75.000 dan lebih besar digunakan untuk perencanaan taktis, administrasi, dan logistik. Peta jenis inilah yang sering ditemukan dan digunakan pihak militer. Peta skala besar standar 1:50.000, namun banyak daerah telah dipetakan dengan skala 1:25.000.

Peta pilihan untuk navigator adalah peta topografi skala 1:50.000. Ketika beroperasi di tempat-tempat asing, kita mungkin menemukan bahwa produk-produk peta belum diproduksi untuk mencakup daerah tertentu pada lokasi operasi kita, atau mungkin tidak tersedia untuk unit kita ketika kita membutuhkannya

Pengertian Keadaan Dan Kepadatan Penduduk Asia Tenggara

By Kpoper Media | At 17:55 | Label : | 1 Comments
Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua:
  • Orang yang tinggal di daerah tersebut
  • Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain.
Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.
Kepadatan penduduk dihitung dengan membagi jumlah penduduk dengan luas area dimana mereka tinggal.
Beberapa pengamat masyarakat percaya bahwa konsep kapasitas muat juga berlaku pada penduduk bumi, yakni bahwa penduduk yang tak terkontrol dapat menyebabkan katastrofi Malthus. Beberapa menyangkal pendapat ini. Grafik berikut menunjukkan kenaikan logistik penduduk. 

Keadaan penduduk di Kawasan Asia Tenggara dapat kita lihat dari beberapa aspek/segi. Misalnya ras atau suku bangsanya, jumlah penduduknya, mata pencahariannya dan persebarannya. 

Penduduk di kawasan asia tenggara
1. Suku Bangsa di Kawasan Asia Tenggara
Menurut A. L Kroeber, suku bangsa yang tinggal di kawasan Asia Tenggara merupakan keturunan dari dua ras, yaitu sebagai berikut.
a. Ras Negroid yang menempati Semenanjung Melayu dan wilayah Negara Filipina.
b. Ras Mongoloid, yang menempati Kepulauan Indonesia, Malaysia, dan Filipina.
Ras Mongoloid yang ada di Indonesia dibedakan menjadi dua, yaitu:
1) Proto Melayu (Melayu Tua), yang menurunkan suku Batak, Dayak, dan Toraja;
2) Deutro Melayu (Melayu Muda), yang menurunkan suku Bali, Jawa, dan Minangkabau. 

Adapun suku-suku yang jumlahnya besar di Asia Tenggara antara lain sebagai berikut.
a) Suku bangsa Lao Yao dan Thai di Laos dan Thailand.
b) Suku bangsa Semang dan Sakai di Malaysia.
c) Suku bangsa Khmer di Kamboja.
d) Suku bangsa Man, Tho, Muong ,dan Vietnam di Vietnam.
e) Suku bangsa Jawa, Sunda, Bali, Batak, dan Dayak di Indonesia.
f) Suku bangsa Cina, India, Melayu, dan Pakistan di Singapura. 

2. Jumlah Penduduk di Kawasan Asia Tenggara
Pada tahun 2003, jumlah penduduk di kawasan Asia Tenggara adalah 544 juta jiwa.
Dari data di atas terlihat bahwa Singapura merupakan negara terpadat penduduknya di Asia Tenggara, sementara pertumbuhan penduduknya paling rendah yakni hanya 0,7% (sama dengan Thailand). Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar di Asia Tenggara.

3. Mata Pencaharian Penduduk di Kawasan Asia Tenggara
Sebagian besar penduduk di kawasan Asia Tenggara bermata pencaharian sebagai petani, kecuali Singapura. Sebagian besar penduduk Singapura bekerja dalam bidang industri dan perdagangan. Industri jasa keuangan dan perdagangan merupakan sektor andalan ekonomi Singapura.

4. Persebaran Penduduk di Kawasan Asia Tenggara
Sebagian besar (63 %) penduduk di kawasan Asia Tenggara tinggal di pedesaan, kecuali Singapura. Sebagian besar (95 %) penduduk Singapura tinggal di perkotaan, karena Singapura merupakan sebuah negara kota. Karena padatnya penduduk, sebagian besar (85 %) penduduk Singapura tinggal di rumah susun (apartemen). Di Malaysia, 57 % penduduknya tinggal di perkotaan. Di Brunei Darussalam 67 % penduduknya tinggal di perkotaan. Sementara di Timor Leste, 92 % penduduknya tinggal di pedesaan. 

B. kepadatan penduduk
Population density atau yang lebih dikenal dengan kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk yang mendiami suatu wilayah atau daerah tertentu dengan satuan per kilometer persegi. Ciri-ciri kepadatan penduduk yang makin lama makin tinggi adalah tingginya pertumbuhan penduduk yang terus berjalan dan meningkatnya jumlah pemukiman di daerah tersebut. 

Kepadatan penduduk secara umum dibagi menjadi empat macam, sebagai berikut:
1. Kepadatan Arithmatik
Kepadatan arithmatik adalah jumlah penduduk rata-rata per kilometer persegi daerah tanpa memperhitungkan kualitas daerah maupun kualitas penduduk. Jenis kepadatan ini merupakan kepadatan tradisional, paling mudah perhitungannya.
2. Kepadatan Fisiologis
Kepadatan fisiologis adalah jumlah penduduk setiap kesatuan wilayah luas dari tanah produktif suatu daerah. Yang dimaksud tanah produktif dalam hal ini adalah tanah yang digarap.
3. Kepadatan Agraris
Kepadatan agraris adalah jumlah penduduk yang bertani dari setiap kesatuan tanah yang dikerjakan untuk pertanian.
4. Kepadatan Ekonomis
Kepadatan ekonomis adalah jumlah penduduk yang dapat dijamin penghidupannya oleh tiap kesatuan wilayah tanah (kesatuan luas tanah). Perhitungan ini tidak hanya tergantung dari sektor pertanian tapi juga sektor industri dan perdagangan.

Kepadatan jenis ini dipengaruhi oleh:
a. Kesuburan tanah,
b. Tingkat intensitas dalam bertani,
c. Jarak dengan kota-kota industri makmur,
d. Tingkat kebutuhan rohani penduduk, seperti hiburan dll.

Berdasarkan kepadatan penduduknya, tiap-tiap daerah dapat digolongkan menjadi tiga macam yaitu :
1) Kelebihan Penduduk (over population)
Kelebihan penduduk adalah keadaan daerah tertentu selama waktu yang terbatas, dimana bahan-bahan keperluan hidup tidak mencukupi kebutuhan daerah tersebut secara layak. Daerah yang mengalami kelebihan penduduk biasanya akan mengalami kesulitan pemenuhan kebutuhan pokok penduduk (pangan, sandang dan tempat tinggal).
2) Kekurangan Penduduk (under population)
Kekurangan penduduk adalah keadaan suatu daerah tertentu, dimana keadaan jumlah penduduk sudah sedemikian kecilnya, sehingga sumber alam yang ada hanya sebagian yang mampu untuk dimanfaatkan.
3) Penduduk Optimum (optimum population)
Penduduk optimum adalah jumlah penduduk yang sebaik-baiknya berdasarkan daerah tertentu. Penduduk dapat berproduksi maksimum perkapita berdasarkan sumber alam yang tersedia dan teknologi yang berkembang.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kepadatan penduduk adalah:
1. Faktor lingkungan yang menguntungkan, seperti kesuburan tanah, iklim.
2. Faktor historis, pusat-pusat kegiatan penduduk pada jaman dulu.
3. Faktor sosio-kultural, kebudayaan atau adat istiadat daerah. 

Kepadatan penduduk di Indonesia lebih terkonsentrasi tinggi di daerah Pulau Jawa. Ada beberapa asumsi penyebab kepadatan tersebut yaitu :
a. Tingginya tingkat pertumbuhan penduduk,
b. Banyaknya migrasi nasional dari pulau lain ke Pulau Jawa, yang umumnya bertujuan untuk mencari penghidupan yang lebih baik.
c. Kesadaran untuk ber-transmigrasi masih rendah,
d. Tinjauan historis, kerajaan-kerajaan besar jaman dahulu (yang memiliki kejayaan besar) ada di Pulau Jawa, sehingga pusat kegiatan penduduk ada di daerah tersebut. 

Dari tingkat kepadatan penduduk kita dapat mengetahui perkembangan penduduk dan gejala-gejala sosial-ekonomi di setiap daerah.
Dampak dari kepadatan penduduk, di daerah Jawa dan Bali, adalah:
a. Luas tanah pertanian menyempit, sehingga produksi pangan menurun.
b. Kelebihan tenaga kerja menimbulkan peningkatan jumlah pengangguran.
c. Fasilitas kehidupan yang ada tidak mampu menampung jumlah penduduk yang semakin banyak, sehingga kualitas penduduk menurun. Sedangkan di daerah yang ditinggalkan penduduk dan menjadi jarang jumlah penduduknya, seperti daerah Papua, Kalimantan dan Sulawesi, akan berakibat:

a. Luasan lahan yang besar tidak bisa diolah karena kekurangan jumlah tenaga kerja sehingga tidak dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk.
b. Banyak sumber alam yang belum dimanfaatkan.
◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2016. Educational Top Studies Files - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz