Friday, 26 June 2015

Teknik Penyimpulan Dalam Diskusi

By Kpoper Media | At 04:29 | Label : | 0 Comments

TOPIC TO AVOIDTujuan diskusi adalah mencapai hasil berupa kesepakatan terhadap sesuatu atau pemecahan terhadap suatu masalah. Memberikan simpulan dalam diskusi merupakan tugas seorang moderator yang memimpin diskusi. Namun untuk merumuskan simpulan, peserta diskusi dapat diikutsertakan agar simpulan yang diambil lebih objektif dan valid. Secara umum, simpulan dapat diambil dengan melalui beberapa cara . Di dalam diskusi secara teknis pengambilan simpulan bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1. Mengambil gagasan yang tidak dibantah/disanggah. Gagasan yang tidak disanggah oleh peserta dapat diangkat atau diambil sebagai simpulan hasil diskusi

2. Mengambil suara terbanyak. Jika suatu gagasan disanggah tetapi juga didukung oleh lebih banyak peserta yang lain, gagasan tersebut dapat diangkat sebagai simpulan hasil diskusi

3. Menimbang tingkat kebenaran dari berbagai sudut pandang :realistis, ekonomis, implementatif, paedagogis (pendidikan), politis, yuridis dan sebagainya

Benar tidaknya atau baik buruknya suatu gagasan bisa ditinjau dari beberapa sudut pandang. Konsep yang baik secara ekonomis, belum tentu sesuai realitas. Konsep yang benar secara politis belum tentu sesuai dengan aturan yuridis. Konsep yang baik secara sosial-ekonomis belum tentu mudah diimplementasikan

Contohnya kebijakan kompensasi BBM dalam bentuk SLT (sumbangan langsung tunai). Kebijakan ini secara sosial-ekonomis baik, tetapi dinilai kurang baik secara paedagogis dan implementasinya dilapangan menimbulkan masalah baru

Oleh karena itu, simpulan hasil diskusi sedapat mungkin diambil dari gagasan yang tidak ada benturan dari berbagai sudut pandang

4. Menggabungkan (mensintesis) pendapat-pendapat

Dua pendapat atau lebih yang saling bertentangan, sedapat mungkin disatukan dengan mensintesis atau menggabungkan pendapat itu

Contoh :

A setuju terhadap rencana penghijauan di gunung kidul

B menolak karena risiko kematian bibit sangat tinggi akibat kurang air

Sintesis : penghijauan tetap dilaksanakan digunung kidul tetapi pelaksanaannya dimusim hujan

Pada setiap akhir diskusi, pimpinan harus dapat menyimpulkan hal-hal yang telah memperoleh kesamaan pengertian dari beberapa pemikiran atau gagasan yang berkembang dalam diskusi, dengan evaluasi jalannya diskusi juga mengupayakan tindak lanjut dari hasil-hasil tersebut.

Teknik Membuat Ringkasan Yang Benar

By Kpoper Media | At 04:20 | Label : | 0 Comments

lomba-jurnalistik-ilustrasi-_110916163033-250Ringkasan merupakan penyajian singkat dari suatu karangan asli, Atau perbandingan bab dari karangan asli secara proporsional tetap di pertahankan dalam bentuknya yang singkat atau juga suatu cara yang efektif untuk menyajikan suatu karangan yang panjang dalam bentuk yang singkat.

Sebaiknya dalam menyusun ringkasan dipergunakan kalimat tunggal dari pada kalimat majemuk. Kalimat majemuk menunjukan bahwa ada dua gagasan atau lebih yang bersifat paralel. Bila kalimat majemuk telitilah kembali apakah tidak mungkin dijadikan kalimat tunggal, Bila mungkin ringkaslah kalimat menjadi frasa, frasa menjadi kata, Bila mungkin semua keterangan atau kata sifat dibuang

  1. Dengan meringkas kita dapat memudahkan membaca isi yang penting –penting
  2. Meringkas kita dapat mengingat lebih mudah
  3. lebih memahami setelah kita meringkas sehingga tidak mudah lupa

berikut ini aalah langkah yang dapat diikuti dalam membuat ringkasan yang baik dan teratur

1. Membaca naskah asli

Penulis ringkasan harus membaca naskah asli secara keseluruhan dan berkali-kali untuk mengetahui kesan umum dan maksud pengarang, serta sudut pandangnya. Untuk mencapai hal ini, judul dan daftar isi harus dijadikan pegangan oleh penulis ringkasan

2. Mencatat gagasan utama dan gagasan penting

Semua gagasan utama dan gagasan penting yang ada dalam karangan asli harus dicatat atau digaris bawahi. Caranya, bacalah kembali karangan asli bagian demi bagian atau paragraf demi paragraf untuk mendapatkan gagasan utamanya

3. Membuat reproduksi

Membuat reproduksi adalah menyusun kembali suatu karangan dalam bentuk singkat berdasarkan gagasan utama yang telah dicatat atau digaris bawahi. Berdasarkan catatan itu, penulis ringkasan menyusun kalimat-kalimat baru, merangkai semua gagasan ke dalam suatu wacana yang jelas dan sekaligus menggambarkan isi karangan aslinya

4. Ketentuan tambahan

Selain ketiga langkah diatas, terdapat beberapa ketentuan tambahan yaitu :

a. Mengutamakan kalimat tunggal daripada kalimat majemuk dan kalimat tak langsung daripada kalimat langsung

b. Ringkaslah kalimat menjadi frasa, frasa menjadi kata, gagasan yang panjang diganti dengan gagasan pendek atau sentral. Boleh saja membuang kalimat atau alinea yang tidak diperlukan

c. Jumlah alinea sama dengan jumlah topik atau gagasan yang sentral yang akan kita masukkan dalam ringkasan

d. Tidak harus mempertahankan semua kata sifat atau keterangan yang ada

e. Pertahankan susunan gagasan asli dan ringkaslah gagasan itu dengan urutan yang sama dengan naskah asli

f. Untuk memperkuat kebenaran boleh dimasukkan kutipan dari naskah asli (baik langsung maupun tidak langsung) dengan mencantumkan nomor halaman yang dirujuk

g. Ringkasan pidato atau ceramah yang diucapkan langsung oleh orang pertama, harus diganti dengan sudut pandang orang ketiga

h. Suatu ringkasan biasanya ditentukan panjang ringkasan finalnya, misal 100 kata dan sebagainya

Teknik Dalam Berargumentasi

By Kpoper Media | At 04:12 | Label : | 0 Comments

7370711254_0f1b030075_oBerargumentasi dalam berdiskusi tidak lepas dari tiga hal, yaitu penyampaian gagasan/pendapat oleh penyaji, penyampaian sanggahan oleh peserta dan penyampaian dukungan juga oleh peserta

1. Penyampaian gagasan yang relevan

Penyampaian gagasan dalam berdiskusi dikatakan relevan jika tidak lepas dari upaya-upaya pemecahan masalah yang didiskusikan. Namun demikian, masalah sering perlu diletakkan salam suatu kerangka berpikir atau latar belakang sehingga masalah tersebut menjadi benar-benar bernilai untuk dipecahkan. Pemecahan masalah akan mendasar kalau di landasi pengetahuan yang mendalam tentang hakikat masalah termasuk sub-sub masalahnya secara detail, termasuk kajian yang mendalam tentang sebab/akibat dari masalah itu. Pemecahan masalah biasanya akan membawa konsekuensi-konsekuensi dan bisa jadi menimbulkan masalah baru. Oleh karena itu pemecahan masalah acap kali perlu dijelaskan konsekuensin-konsekuensinya, juga tentang langkah-langkah implementasinya agar tidak menimbulkan masalah baru

Dengan demikian, jika dalam suatu diskusi pembicaraan masih berkisar pada :latar belakang masalah, hakikat masalah, sebab akibat dari masalah, pemecahan masalah termasuk konsekuensi dan langkah implementasinya maka pembicaraan itu bisa dikatakan relevan

2. Menanggapi Gagasan

Memberi tanggapan terhadap suatu gagasan bisa bersifat positif (mendukung, menyutujui, membenarkan), bisa juga bersifat negatif (menolak, menyanggah, mengkritik)

Jika kita hendak menyanggah gagasan, kemukakan dengan kalimat-kalimat yang santun. Dengan cara berikut ini :

- Awali dengan ucapan “maaf” yang diikuti kekurangsetujuan (jangan ketidaksetujuan atau penolakan) terhadap pendapat mitra bicara

- Kemukakan alasan yang logis, tunjukkan letak kekurangtepatan pendapat itu atau berikan saran atau usul penyempurnaan pendapat tersebut

Selain itu menyanggah gagasan bisa dikemukakan sebagai berikut:

- Sampaikan penghargaan disertai kritik dengan mengatakan :baik, benar, logis, tetapi ….

- Kemukakan alternatif yang lebih baik tanpa mengkritik sama sekali, misalnya dengan mengatakan : akan lebih /realistis/ekonomis/praktis kalau ….

Agar tidak menimbulkan konflik hindarilah kata atau ungkapan yang bernuansa konflik antara lain kata atau ungkapan yang bernada menghakimi, meremehkan, menyerang dan lain-lain. Selain itu, sanggahlah pendapat atau gagasannya bukan orangnya

Dalam diskusi tidak lepas dari dukung menndukung gagasan. Mendukung gagasan harus dilakukan secara santun. Dukungan dikatakan santun jika dilandasi data/fakta/konsep yang benar, alasan yang logis dan realistis serta disampaikan secara tidak berlebihan. Selain itu dukungan harus benar-benar ditujukan terhadap gagasannya dan bukan orangnya

Sumber Dan Metode Eksposisi

By Kpoper Media | At 04:10 | Label : | 0 Comments

10.-ind.k.vi_.1.17-penyusunan_rangkuman-19721_200x200Karangan eksposisi bertujuan untuk menguraikan atau memaparkan suatu hal, konsep, proses, gagasan atau peristiwa agar pembaca menjadi bertambah luas wawasan pengetahuannya.

Apa yang disampaikan dalam eksposisi pada umumnya merupakan hasil analisis terhadap suatu objek. Metode analisis yang banyak dipakai antara lain identifikasi dan ilustrasi. Pengertian identifikasi adalah proses menyebutkan ciri-ciri atau unsur pengenal suatu objek sehingga pembaca lebih mengenal hal atau objek tersebut. Sebagai contoh kita akan menjelaskan kehidupan masyarakat purba, kita kemukakan tentang tempat tinggalnya, mata pencahariannya, peralatan hidupnya dan sebagainya

Metode ilustrasi (eksemplifikasi) ialah metode yang menjelaskan suatu objek dengan menggunakan contoh-contoh yang nyata atau konkret. Misalnya kita akan menjelaskan energy nuklir, kita kemukakan dahsyatnya bom atom yang dijatuhkan di Nagasaki dan Hiroshima, aplikasi nuklir untuk listrik di Rusia, aplikasi nuklir pada kapal-kapal induk amerika dan sebagainya

Analisis objek eksposisi dapat juga dilakukan berdasarkan fungsi, proses, kausal (sebab-akibat) dan analisis logis lainnya. Misalnya kita akan menjelaskan rumah, lalu kita mengidentifikasi atas atap, dinding dan fondasi pada dasarnya kita telah menganalisis objek rumah menurut fungsi masing-masing bagian. Kalau kita menjelaskan computer dengan menjelaskan bagian CPU, keyboard dan monitor, pada dasarnya kita telah menganalisis berdasarkan fungsi juga

Analisis proses adalah penjelasan tentang bagaimana sesuatu bekerja dan bagaimana sesuatu terjadi. Misalnya menjelaskan tsunami kita uraikan bagaimana proses terjadinya, yakni dari adanya lempeng dasar laut yang runtuh, air laut tersedot masuk, setelah penuh air kembali meluap hingga menimbulkan gelombang besar yang disebut tsunami

Analisis kausal mengasumsikan bahwa suatu hal atau peristiwa bisa terjadi karena ada hal lain sebagai penyebabnya atau suatu hal yang terjadi akan mengakibatkan terjadinya hal lain sebagai akibatnya. Kalau kita menjelaskan fenomena banjir atau tanah longsor, tidak jarang kita masukkan penjelasan tentang sebab-sebabnya seperti hujan deras, bobolnya tanggul sungai, mampatnya selokan, gudulnya hutan, labilnya tanah dan sebagainya. Analisis ini tidak jarang diikuti dengan analisis pemecahannya

Pada dasarnya banyak sekali kemungkinan metode analisis yang dapat dipakai. Dalam hal ini tugas kita adalah memilih metode analisis yang terbaik sesuai dengan sifat objek dan tujuan pembahasan. Sejauh analisis itu logis dan memberikan hasil berupa klasifikasi atau pengenalan objek secara maksimal, analisis itu sah-sah saja, misalnya kita akan menjelaskan transportasi, kita analisis atas transportasi darat, laut, sungai, udara;lebih layak dipilih daripada transportasi murah dan transportasi mahal, atau transportasi bertenaga mesin atau bertenaga makhluk hidup. Dalam analisis sumber daya, kita mengurainya atas sumber daya manusia dan sumber daya alam dan selanjutnya sumber daya alam di analisis lagi menjadi sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui; tentu lebih rasional daripada sumber daya manusia dan non manusia atau sumber daya alam dan non alam

Berikut contohnya :

Eksposisi :

Komputer PC pada umumnya terdiri atas 3 komponen utama, yaitu CPU, monitor dan keyboard. CPU merupakan pusat pengolahan data atau informasi. CPU ibaratnya sebagai otak pada manusia. Disinilah segenap perintah dan data ditampung untuk kemudian diolah menjadi informasi yag berguna. Monitor berfungsi untuk menampilkan data yang diinput dan hasil-hasil pengolahannya. Tanpa monitor kita kita akan sulit mengontrol apakah data yang kita masukkan benar atau tidak dan hasilnya sesuai harapan atau tidak. Sedangkan keyboard merupakan alat untuk input data. Menggunakan alat berupa papan ketik atau tombol-tombol huruf inilah kita ketikan atau kita masukkan perintah dan data untuk diolah oleh CPU

Objek /topik : komponen komputer

Dasar analisa : fungsi

Hasil analisa dalam bentuk bagan : CPU, monitor, keyboard

Santun Dalam Diskusi

By Kpoper Media | At 04:07 | Label : | 0 Comments

komunikasi-efektiDiskusi adalah suatu pertukaran fikiran, gagasan, pendapat antara dua orang atau lebih secara lisan dengan tujuan mencari kesepakatan atau kesepahaman gagasan atau pendapat

Seorang moderator di dalam diskusi bukanlah seorang yang memberikan pelajaran, melainkan orang yang mengarahkan jalannya diskusi. Semestinyalah seorang moderator adalah orang yang paling senior dalam tema yang akan didiskusikan. Ini bukan berarti pendapatnyalah yang paling benar. Senioritas dalam penguasaan materi semata-mata untuk mengarahkan seminar, karena ia mestinya yang paling tahu tentang seluk beluk tema yang didiskusikan

Seorang moderator berperan : mengarahkan (directing) dan memoderasi (moderating). Sebelum diskusi, seorang moderator perlu memahami tema yang akan didiskusikan, menyiapkan catatan tentang tema tersebut, menentukan kata-kata kunci, dan menyusun pertanyaan-pertanyaan kunci yang nantinya akan ditanyakan di dalam diskusi.

Seorang moderator yang baik haruslah seorang pendengar dan pembicara yang baik. Ia mampu menangkap maksud sebuah pembicaraan dan membuatnya lebih jelas. Sebaiknya seorang moderator tidak memimpin sebuah seminar lebih dari satu kali dalam sehari.

Dalam diskusi terdapat ketentuan yang mesti dipatuhi. Ketentuan itu berkaitan dengan tata krama berdiskusi dan lazimnya disebut santun berdiskusi. Beberapa hal yang merupakan santun diskusi itu adalah :

1. Seorang moderator tidak boleh memihak dan bertindak adil terhadap semua peserta

2. Seorang moderator tidak boleh menguasai seluruh jalannya diskusi dan harus memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada peserta

3. Seorang moderator tidak boleh mengkritik ataupun memuji seseorang peserta karena ia harus bertindak adil dan bijaksana

4. Setiap peserta diskusi harus dapat menghargai orang lain berbicara atau berpendapat sehingga tidak memotong pembicaraan sekalipun kurang sependapat dengan pendapat yang dikemukakan oleh peserta lain

5. Setiap peserta diskusi harus mematuhi tata tertib diskusi dan mengendalikan pembahasannya sehingga pembicaraannya relevan dengan topic yang didiskusikan dan tidak melenceng dari tema atau tujuan diskusi

6. Setiap peserta diskusi harus patuh kepada moderator sehingga ia baru berbicara setelah dipersilahkan oleh moderator

7. Jika peserta diskusi kurang sependapat dengan pendapat peserta lain, ia tidak boleh menolak secara kasar sehingga keberatan terhadap pendapat peserta lain disampaikan dengan kata-kata yang sopan dan tidak menyakiti hati dengan disertai argumentasi yang logis dan meyakinkan

8. Setiap peserta harus mau berlapang dada dalam menerima hasil diskusi

Wednesday, 24 June 2015

Penerapan Simpulan Dalam Mengarang

By Kpoper Media | At 07:54 | Label : | 0 Comments

tanda-tanyaSimpulan sendiri adalah suatu pernyataan yang dibuat berdasarkan ide pokok dan kata kunci dari kalimat penjelas dengan kalimat sendiri. Intinya dalam pembuatan simpulan itu kata-katanya tidak harus sama persis dengan paragraf yang ada di soal. Sedangkan kesimpulan adalah ikhtisar, pendapat terakhir yang berdasarkan pada uraian sebelumnya, dan keputusan yang diperoleh berdasarkan metode berpikir induktif atau deduktif

Metode Analisis:

         1   


        

         2       


    

         3  


         

         4      


     

         5


           

Keterangan:

Pada bagan di atas, sebuah paragraf diibaratkan terdiri dari lima kalimat. Untuk menemukan simpulan dan isi paragraf tersebut, perhatikan langkah-langkah berikut ini:

1. Fokuskan perhatian kita pada kalimat terakhir (No 5), jika kalimat terakhir tersebut mencakup keseluruhan ide pada paragraf tersebut, maka kalimat terakhir tersebut merupakan Simpulan dari paragraf tersebut. 

2. Jika, pada kalimat terakhir tidak mencerminkan ide yang mencakup seluruh gagasan  dari paragraf tersebut, maka pengambilan kesimpulan dilakukan dengan menggunakan kata-kata kunci yang tersebar pada seluruh paragraf tersebut. Simpulan juga dapat diketahui dengan menggunakan pertanyaan, Apa yang dibicarakan di dalam paragraf tersebut.

Simpulan dapat dibangun berdasarkan data/fakta/informasi. Jika data/fakta/informasinya benar maka simpulan yang dibangun akan berpeluang untuk benar pula tetapi jika data/fakta/informasinya salah, maka kesimpulannya juga akan sangat berpeluang untuk salah.

Selain itu, simpulan juga dapat dibangun berdasarkan suatu asumsi. Asumsi merupakan kerangka atau landasan berpikir yang masih berupa dugaan. Dalam hal ini jika asumsi yang dipakai untuk pijakan simpulan salah, kebenaran simpulan akan dipertanyakan. Tetapi jika asumsinya benar, simpulan akan dapat dipertanggungjawabkan

Telah dikemukakan bahwa simpulan dapat dilakukan per aspek atau pertahap. Oleh karena itu pada setiap satuan penyajian data/fakta/informasi/asumsi dapat dibangun suatu simpulan antara. Berdasarkan simpulan antara dapat dikemukakan suatu implikasi atau konsekuensi antara dan penjelasan lain yang dipandang perlu. Dari implikasi atau konsekuensi antara dapat dibangun simpulan lagi, demikian seterusnya hingga sampailah pada simpulan akhir dan implikasi atau konsekuensi akhir

Negosiasi Dengan Bahasa Yang Santun

By Kpoper Media | At 07:44 | Label : | 0 Comments

7370711254_0f1b030075_oNegosiasi yaitu proses tawar-menawar dengan jalan berunding untuk mencapai kesepakatan atau langkah yang disetujui bersama dalam menghadapi suatu persoalan atau pekerjaan. Negosiasi juga berarti penyelesaian sengketa secara damai melalui perundingan antara pihak-pihak yang bersengketa

Tujuan bernegosiasi akan tercapai jika pihak-pihak yang terlibat mengutamakan jalan damai, menghindari kekerasan, lentur dalam tarik ulur. Dari aspek kebahasan, negosiasi akan berhasil jika pihak-pihak yang terlibat mengguakan kalimat-kalimat yang bersifat persuasif. Sifat persuasif itu dapat dibangun dengan penyampaian gagasan secara jelas, mantap dan disertai alasan yang rasional. Untuk menghasilkan kesepakatan bersama, pihhak-pihak yang terlibat harus saling percaya. Oleh karena itu, tindakan awal seseorang negosiator adalah adalah membangkitkan kepercayaan

Dalam negosiasi tidak tertutup kemungkinan terjadi saling menyanggah gagasan atau pendapat. Dalam hal demikian, kemukakan gagasan atau sanggahan dengan menggunakan kalimat yang santun. Kesantunan kalimat itu umumnya ditandai oleh pemilihan kata-kata yang digunakan dalam kalimat itu. Hal ini berarti bahwa dalam kalimat-kalimat yang kita ucapkan harus terhidar dari pengucapan kata-kata yang bernilai rasa kasar, menyinggung perasaan, tidak sopan atau tidak sesuai dengan situasi komunikasi

Kesantunan berarti juga penghargaan kepada mitra bicara kita yang diwujudkan dengan sikap menghindari ucapan yang menyangkut hak privasi seseorang. Penghargaan dapat pula diwujudkan dengan penempatan kedua pihak sesuai dengan polaritas komunikasi yang tepat. Artinya, siapa kita dan siapa mitra bicara kita menurut usia, status sosial atau menurut peran dalam situasi komunikasi itu

Penggunaan kalimat yang santun dimaksudkan agar mitra bicara kita mau memperhatikan sesuatu yang kita sampaikan. Berikut adalah cara-cara yang dapat kita lakukan dalam membangkitkan perhatian mitra bicara kita, antara lain:

1. Sampaikan gagasan atau pendapat itu dengan disertai bukti atau contoh konkret yang dapat meyakinkan pendengar

2. Sampaikan gagasan atau pendapat itu secara singkat, jelas dan langsung mengenai persoalan (to the point)

3. Gunakan kalimat-kalimat yang relatif pendek (tidak bercabang-cabang) sehingga tidak menimbulkan salah penafsiran

4. Jika hal yang kita kemukakan berhubungan dengan waktu atau proses, maka kemukakanlah pendapat itu secara kronologis

5. Upayakan agar tawar menawar itu memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak

Di samping itu, kita juga harus banyak berlatih dengan mengungkapkan pendapat melalui diskusi atau dialog. Dengan seringnya berlatih menyampaikan kalimat yang menarik dan santun, kita akan mudah serta terampil bernegosiasi. Salah satu pelatihan untuk belajar bernegosiasi ialah seringnya mengikuti rapat-rapat dalam suatu organisasi

pada akhirnya dalam bernegosiasi kita harus menuju suatu keputusan yang damai dan dapat diterima semua pihak. Oleh sebab itu, proses bernegosasi harus dilakukan dengan bahasa yang santun, Jangan menggunakan ungkapan yang bernuansa konflik. Sanggahan yang diutarakan juga dengan alasan yang tepat dan dapat menyakinkan orang lain. Jika butuh sebuah perincian, kemukakan dengan lugas, dan tidak berputar-putar sehingga tidak membuat orang salah pengertian

Tuesday, 23 June 2015

Pengertian Dari Negosiasi

By Kpoper Media | At 07:00 | Label : | 0 Comments

indexA. Meyakinkan Mitra Bicara

Salah satu cara membangkitkan kepercayaan dalam bernegosiasi adalah menarik simpati pihak kedua (mitra negosiasi). Ia akan bersimpati terhadap maksud kita jika ia memahami betul program kita. Karena itu, kewajiban kita adalah menguraikan sejelas-jelasnya program tersebut. Simpati dapat juga kita peroleh dari keluwesan dan kesupelan kita dalam melakukan pendekatan. Keluwesan dan kesupelan ini biasanya dimiliki oleh orang yang pandai berbicara secara memikat. Kepandaian berbicara secara memikat itulah kunci sukses seorang negosiator

Hal yang tidak boleh kita kesampingkan dalam upaya membangkitka kepercayaan adalah penampilan kita. Penampilan itu menyangkut penghargaan terhadap kesempatan, cara berpakaian, sikap dan perilaku ketika kita berbicara dan pemahaman kita terhadap situasi komunikasi

Jika pihak yang kita tuju itu telah percaya kepada kita, kesediaan untuk membantu kita pun akan kita dapatkan. Akhirnya jika kesediaan membantu telah kita dapatkan, kesepakatan yang kita harapkan itu pun akan tercapai

Berikut berbagai teknik yang dapat digunakan untuk proses negosiasi.

Menyampaikan gagasan/Ide/Pendapat yang menarik

a. Teknik mengulang

Pembicara berusaha untuk menyampaikan pikiran dan idenya secara terus-menerus dengan cara dan rumusan yang berbeda dan menarik.

b. Teknik berterima kasih

Menyampaikan rasa terima kasih kepada informasi yang datang kepada kita sekalipun informasi tersebut tidak menyenangkan kita.

c. Teknik mengagetkan

Jika lawan bicara kita membuat pernyataan negatif, kita mengejutkan dia dengan satu jawaban balik dari sudut pandang yang tak diduganya. Jawabannya balik bersifat paradoks untuk dapat mengarahkannya.

d. Teknik memotong

Teknik ini digunakan untuk mengontrol pembicara yang berbicara terlalu banyak. Pembicara dipotong denga tiba-tiba dengan alasan untuk menyampaikan sesuatu yang lebih penting.

Menyanggah gagasan/Ide/Pendapat

a. Teknik menunda

Teknik ini digunakan apabila terdapat keberatan mengenai penjelasan yang yang dikemukakan dengan kurang jelas. Pembicara dapat secara taktis menunda pembicaraan.

b. Teknik mengelak

Pembicara menghadapi kesulitan untuk menghadapi posisinya.

c. Teknik ya... tetapi

Kita menghargai dan menyetujuipendapat lawan bicara, tetapi aplikasinya disesuaikan dengan pendapat kita.

d. Teknik membiarkan

Teknik ini membiarkan lawan bicara menyampaikan maksud dan pikirannya, sementara kita mendengarkan dengan penuh perhatian tampa memberikan reaksi.

e. Teknik antisipasi

Sementara lawan bicara menyampaikan pendapat, kita sudah mengantisipasi kelemahannya. Sesudah itu, kita langsung menjatukhkan pendapatnya dengan mengemukakan argumentasi kontra.

f. Teknik bertanya balik

Kita dapat melemparkan kepada sebuah pertanyaan baliak lawan bicara yang membuat ia menyadari kekeliruannya.

g. Teknik provokasi

Teknik ini memaksa lawan bicara untuk berterus terang.

h. Teknik tidak

Menyangkal pendapat lawan bicara langsung karena menuntut penjelasan yang tuntas.

Meyakinkan Pendapat

a. Teknik sugesti

Untuk mempermudah lawan bicara untuk menyetujui pikiran, anjuran, dan hasil pertimbangan.

b. Teknik kompromi

Teknik yang dipakai dalam situasi yang sulit untuk mencapai keseimbangan rasional.

c. Teknik consensus

Teknik yang dapat menampilkan rangkuman pendapat yang sudah disetujui dan menerima anjuran.

d. Teknik melebih-lebihkan

Teknik yang melebih-lebihkan pernyataan lawan bicara untuk mempengaruhinya supaya ia menarik kembali pernyataannya.

Menyampaikan Rangkuman Dan Simpulan Laporan

By Kpoper Media | At 06:43 | Label : | 0 Comments

10.-ind.k.vi_.1.17-penyusunan_rangkuman-19721_200x200Laporan dapat disampaikan secara lengkap, rinci sehingga penyampaiannya berpanjang lebar. Akan tetapi laporan dapat pula disampaikan secara garis besar berupa hal-hal pokoknya saja. Cara ini berlaku baik pada pelaporan tertulis maupun pada pelaporan lisan

Menyampaikan rangkuman sebuah laporan secara lisan pada hakikatnya sama dengan membuat rangkuman atau simpulan laporan secara tertulis. Dari laporan lengkap itu kita menyeleksi bagian-bagian pokoknya. Bagian pokok itu selanjutnya kita susun kembali secara berutan menjadi rumusan sebuah rangkuman

Rangkuman sering disebut juga ringkasan, yaitu bentuk ringkas dari suatu uraian atau pembicaraan, Pada tulisan jenis rangkuman, urutan isi bagian demi bagian, dan sudut pandang (pendapat) pengarang tetap diperhatikan dan dipertahankan

Tidak jarang rangkuman disertai simpulan. Rangkuman hanya menyajikan apa adanya dalam bentuk ringkas, sedangkan simpulan memuat unsur penilaian atau interpretasi dari si penyimpul

Ciri-ciri Rangkuman

1. Inti tidak meninggalkan urutan dasar karangan.

2. Kerangka dasr masih tampak jelas

3. Memangkas gagasan utama menjadi lebih ringkas Tujuannya untuk memangkas gagasan

Adapun beberapa manfaat dari suatu rangkuman, antara lain sebagai berikut

1. Menemukan secara cepat informasi yang dibutuhkan.

2. Menemukan bagian-bagian penting isi buku.

3. Dapat menggambarkan keadaan mengenai isi buku.

4. Waktu yang digunakan untuk membaca jauh lebih singkat.

5. Membantu keperluan yang sifatnya praktis

Langkah-langkah merangkum adalah sebagai berikut.

1. Bacalah teks secara cermat terlebih dahulu sampai kamu dapat menangkap gagasan utama, kesan umum, sudut pandang, dan tema utama dari teks.

2. Catatlah bagian-bagian yang dianggap penting.

3. Tulislah informasi berdasarkan bagian-bagian yang kamu anggap penting tersebut.

4. Tulislah ulang intisari bacaan ke dalam bentuk kalimat tidak langsung, bergaya orang

ketiga (penceritaan). Gunakan bahasa sendiri, bukan bahasa teks/buku yang diambil secara utuh, menyeluruh, lengkap, sekalipun dalam bentuk penuturan yang singkat.

5. Tidak memasukkan pikiran, ilustrasi, atau contoh sendiri.

6. Tidak mengubah keseimbangan dan penekanan pengarang asli.

7. Menyusun draf atau kerangka untuk membuat intisari bacaan.
Susun draf menjadi bentuk rangkuman yang baik.

Sunday, 21 June 2015

Pengertian Lengkap Tentang Narasi

By Kpoper Media | At 20:29 | Label : | 0 Comments

komunikasi-efektiSuatu karangan yang menyajikan sebuah cerita berupa serangkaian peristiwa yang disusun dengan urutan waktu atau kronologis adalah karangan narasi. Karangan ini sendiri bertujuan untuk menghibur para pembacanya melalui cerita Untuk membuat narasi anda harus mengetahui dasar dalam membuat narasi. Berikut adalah dasar bagaimana membuat cerita atau karangan narasi pendek (cerpen)

Sebuah karangan dapat dikatakan sebagai narasi jika memiliki ciri-ciri :

1. Isi karangan narasi berupa sebuah cerita, atau peristiwa tertentu.

2. Cerita atau peristiwa yang disampaikan memiliki urutan waktu yang jelas dari tahap awal hingga akhir.

3. Menampilkan suatu peristiwa atau konflik di dalam cerita.

4. Memiliki unsur-unsur berupa latar, setting, tema, karakter, dan lain-lain.

Bagian-bagian alur cerpen terdiri atas :

1. Pemaparan atau pendahuluan

2. Perumitan

3. Konflik

4. Klimaks

5. Penyelesaian

Langkah menulis cerpen :

1) Menentukan tema atau amanat

2) Membuat synopsis atau cerita singkat

3) Mengembangkan synopsis menjadi cerpen, dengan cara sebagai berikut :

- Menguraikan latar

- Menyajikan peristiwa-peristiwa pendahuluan

- Menyisipkan dialog-dialog

- Menampakkan karakter-karakter

Menuju ke perumitan- konflik-klimaks-penyelesaian

Ada beberapa jenis karangan narasi :

1. Narasi informatif

Narasi informatif adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang.

2. Narasi ekspositorik

Narasi ekspositorik adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang. Dalam narasi ekspositorik, penulis menceritakan suatu peristiwa berdasarkan data yang sebenarnya. Pelaku yang ditonjolkan biasanya, satu orang. Pelaku diceritakan mulai dari kecil sampai saat ini atau sampai terakhir dalam kehidupannya. Karangan narasi ini diwarnai oleh eksposisi, maka ketentuan eksposisi juga berlaku pada penulisan narasi ekspositprik. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukan unsursugestif atau bersifat objektif.

3. Narasi artistik

Narasi artistik adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukan unsur sugestif atau bersifat objektif.

4. Narasi sugestif

Narasi sugestif adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat.

Membahas Program Kerja Atau Proposal

By Kpoper Media | At 20:12 | Label : | 0 Comments

berita-tidak-kourum-rapat-timwas-century-gagal-ambil-kesimpulan-12222_aProgram kerja pada umumnya berisi sejumlah kegiatan untuk dilaksanakan oleh seseorang, bagian dari suatu organisasi atau suatu organisasi. Pelaksanan program kerja itu dimaksudkan untuk memenuhi tuntutan kewajiban atau tugas untuk mencapai tujuan yang selaras dengan visi-misinya

Disamping apa yang akan dilaksanakan, program kerja kalau dipandang perlu bisa dilengkapi penjelasan tentang kapan dan dimana pelaksanaanya, serta siapa pelaksananya. Bahkan tidak jarang suatu program dibuatkan proposal oleh penanggugjawabnya karena untuk merealisasikan program itu melibatkan banyak orang. Dalam proposal itu dijelaskan secara detail tentang semua aspek yang berkenaan dengan pelaksanaan suatu program kerja atau kegiatan seperti :nama kegiatan, latar belakang, tujuan, macam/bentuk kegiatan, sasarannya, waktu dan tempat pelaksanaannya, panitia pelaksana, biaya (jumlah dan sumber) dan sebagainya

Program kerja mungkin disusun dan dilaksanakan oleh perorangan, tetapi mungkin juga disusun secara kelompok oleh suatu organisasi. Jika organisasi itu memiliki bagian-bagian, program organisasi itu bisa merupakan kumpulan dari program masing-masing bagian.dan, program masing-masing bagian itu bisa jadi terdiri atas kumpulan/sintesis dari program perorangan yang merupakan staf pada bagian tersebut

Membahas suatu program tidak lain merupakan kegiatan untuk mengkaji, meneliti, mencermati berbagai aspek yang merupakan isi dari suatu program kerja. Lalu, kita menilai apakah logis, realistis, implementatif dan ekonomis. Selain itu, kita nilai pula apakah waktunya tepat, apakah sasaran dan pelaksanaannya tepat dan apakah program itu efektif untuk mencapai tujuan dan mewujudkan visi/misi dan sebagainya

Setelah menilai dengan seksama, seseorang akan menyatakan menerima atau menolak program tersebut. Dalam hal program/rencana ditolak, pengusul program memiliki dua alternatif, yaitu :mengganti/merevesi program atau mempertahankan program dengan memberikan tanggapan balik secara argumentasinya. Dengan demikian terjadilah tawar menawar dan tarik ulur antara pengusul dengan pihak yang menolak. Proses tawar-menawar dan tarik ulur tersebut disebut negosiasi

Beberapa fungsi proposal diantaranya adalah untuk mendirikan usaha, sosial, politik, ekonomi, acara seminar, budaya dan sebagainya

Ada 3 jenis bentuk proposal diantaranya adalah :

1. Proposal bentuk formal

Terdiri atas tiga bagian penting, yaitu bagian pendahuluan, isi proposal, dan bagian pelengkap penutup. Bagian pendahuluan terdiri atas: sampul dan halaman judul, surat pengantar, ikhtisar, daftar isi, dan pengesahan permohonan. Bagian isi proposal terdiri atas: latar belakang, pembatasan masalah, tujuan ruang lingkup, pemikiran dasar metodologi, fasilitas, personalia, keuntungan dan kerugian, waktu, dan biaya. Sedangkan bagian pelengkap penutup berisi daftar pustaka, lampiran, tabel, dan sebagainya.

2. Proposal bentuk non formal

proposal non formal ini tidak selengkap proposal formal dan biasanya disampaikan dalam bentuk memorandum atau surat atau hal-hal yang mengandung masalah, saran, pemecahan, dan permohonan.

3. Proposal semi formal

jenis proposal ini hampir sama dengan proposal non formal karena tidak selengkap jenis proposal formal.

Friday, 19 June 2015

Pengertian, Sumber Dan Metode Eksposisi

By Kpoper Media | At 12:03 | Label : | 0 Comments

20140115akuntansi-administrasi-keuanganKarangan eksposisi bertujuan untuk menguraikan atau memaparkan suatu hal, konsep, proses, gagasan atau peristiwa agar pembaca menjadi bertambah luas wawasan pengetahuannya.

Apa yang disampaikan dalam eksposisi pada umumnya merupakan hasil analisis terhadap suatu objek. Metode analisis yang banyak dipakai antara lain identifikasi dan ilustrasi. Pengertian identifikasi adalah proses menyebutkan ciri-ciri atau unsur pengenal suatu objek sehingga pembaca lebih mengenal hal atau objek tersebut. Sebagai contoh kita akan menjelaskan kehidupan masyarakat purba, kita kemukakan tentang tempat tinggalnya, mata pencahariannya, peralatan hidupnya dan sebagainya

Metode ilustrasi (eksemplifikasi) ialah metode yang menjelaskan suatu objek dengan menggunakan contoh-contoh yang nyata atau konkret. Misalnya kita akan menjelaskan energy nuklir, kita kemukakan dahsyatnya bom atom yang dijatuhkan di Nagasaki dan Hiroshima, aplikasi nuklir untuk listrik di Rusia, aplikasi nuklir pada kapal-kapal induk amerika dan sebagainya

Analisis objek eksposisi dapat juga dilakukan berdasarkan fungsi, proses, kausal (sebab-akibat) dan analisis logis lainnya. Misalnya kita akan menjelaskan rumah, lalu kita mengidentifikasi atas atap, dinding dan fondasi pada dasarnya kita telah menganalisis objek rumah menurut fungsi masing-masing bagian. Kalau kita menjelaskan computer dengan menjelaskan bagian CPU, keyboard dan monitor, pada dasarnya kita telah menganalisis berdasarkan fungsi juga

Analisis proses adalah penjelasan tentang bagaimana sesuatu bekerja dan bagaimana sesuatu terjadi. Misalnya menjelaskan tsunami kita uraikan bagaimana proses terjadinya, yakni dari adanya lempeng dasar laut yang runtuh, air laut tersedot masuk, setelah penuh air kembali meluap hingga menimbulkan gelombang besar yang disebut tsunami

Analisis kausal mengasumsikan bahwa suatu hal atau peristiwa bisa terjadi karena ada hal lain sebagai penyebabnya atau suatu hal yang terjadi akan mengakibatkan terjadinya hal lain sebagai akibatnya. Kalau kita menjelaskan fenomena banjir atau tanah longsor, tidak jarang kita masukkan penjelasan tentang sebab-sebabnya seperti hujan deras, bobolnya tanggul sungai, mampatnya selokan, gudulnya hutan, labilnya tanah dan sebagainya. Analisis ini tidak jarang diikuti dengan analisis pemecahannya

Pada dasarnya banyak sekali kemungkinan metode analisis yang dapat dipakai. Dalam hal ini tugas kita adalah memilih metode analisis yang terbaik sesuai dengan sifat objek dan tujuan pembahasan. Sejauh analisis itu logis dan memberikan hasil berupa klasifikasi atau pengenalan objek secara maksimal, analisis itu sah-sah saja, misalnya kita akan menjelaskan transportasi, kita analisis atas transportasi darat, laut, sungai, udara;lebih layak dipilih daripada transportasi murah dan transportasi mahal, atau transportasi bertenaga mesin atau bertenaga makhluk hidup. Dalam analisis sumber daya, kita mengurainya atas sumber daya manusia dan sumber daya alam dan selanjutnya sumber daya alam di analisis lagi menjadi sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui; tentu lebih rasional daripada sumber daya manusia dan non manusia atau sumber daya alam dan non alam

Berikut contohnya :

Eksposisi :

Komputer PC pada umumnya terdiri atas 3 komponen utama, yaitu CPU, monitor dan keyboard. CPU merupakan pusat pengolahan data atau informasi. CPU ibaratnya sebagai otak pada manusia. Disinilah segenap perintah dan data ditampung untuk kemudian diolah menjadi informasi yag berguna. Monitor berfungsi untuk menampilkan data yang diinput dan hasil-hasil pengolahannya. Tanpa monitor kita kita akan sulit mengontrol apakah data yang kita masukkan benar atau tidak dan hasilnya sesuai harapan atau tidak. Sedangkan keyboard merupakan alat untuk input data. Menggunakan alat berupa papan ketik atau tombol-tombol huruf inilah kita ketikan atau kita masukkan perintah dan data untuk diolah oleh CPU

Objek /topik : komponen komputer

Dasar analisa : fungsi

Hasil analisa dalam bentuk bagan : CPU, monitor, keyboard

Pola Penalaran Dalam Pengambilan Kesimpulan

By Kpoper Media | At 12:00 | Label : | 0 Comments

TOPIC TO AVOID1. Penalaran Deduktif

a. Silogisme

Pola ini dimulai dengan mengemukakan pernyataan yang umum (premis umum/mayor), diikuti pernyataan khusus (premis khusus/minor) ditarik kesimpulan terhadap hal yang khusus

Contoh :

Binatang menyusui berkembang biak dengan cara melahirkan anak. Ikan paus adalah binatang yang menyusui anaknya. Jadi, ikan paus juga berkembang biak dengan melahirkan anak

b. Sebab -> akibat-akibat

Pola ini dimulai dari suatu sebab, lalu dicari atau dirunut kemungkinan akibat-akibatnya

Contoh ;

Hingga bulan desember ternyata hujan belum turun. Banyak sawah dan lahan pertanian kekeringan dan tidak bisa ditanami. Banyak petani yang persediaan pangannya tidak akan bertahan sampai panen berikutnya. Kerawanan sosial diperkirakan akan meningkat

c. Akibat-> sebab-sebab

Pola ini dimulai dari suatu akibat, lalu dicari kemungkinan sebab-sebabnya

Contoh :

Petani yang kebanyakan miskin sulit untuk beranjak dari kemiskinan. Lahan pertanian mereka rata-rata sempit. Tiap musim panen harga beras turun drastis,ketika harga beras beranjak naik, persediaan beras mereka telah habis sehingga justru harus membeli. Harga pupuk pun ikut memperparah kemiskinan petani. Demikian pula harga obat-obatan

2. Penalaran Induktif

Pola ini dimulai dengan mengemukakan hal-hal atau peristiwa-peristiwa yang bersifat khusus, lalu ditariklah sebuah simpulan umum berdasarkan hal-hal yang bersifat khusus tersebut

a. Generalisasi

Generalisasi ialah perumusan simpulan umum berdasarkan data/fakta/bukti/contoh atau kejadian-kejadian yang bersifat khusus

Contoh :

Manusia adalah makhluk hidup, setiap hari butuh makan. Binatang adalah makhluk hidup, setiap hari butuh makan. Tumbuh-tumbuhan adalah makhluk hidup, setiap hari butuh makan. Jadi, semua jenis makhluk hidup setiap hari butuh makan

Catatan :

Jika ada keadian-kejadian khusus yang tidak berlaku, generalisasi harus diturunkan kadarnya dari semua/seluruh/setiap menjadi hampir semua/sebagian besar/banyak/beberapa/sedikit dan sejenisnya

b. Sebab-sebab-> akibat

Pola ini dimulai dengan mengemukakan fakta-fakta yang menjadi sebab, kemudian ditarik simpulan yang berupa akibat

Contoh :

Sungai menjadi tempat pembuangan sampah. Sungai semakin sempit, daerah aliran sungai yang dihuni oleh manusia. Selokan dan parit puun tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Akibatnya setiap musim hujan tiba terjadi banjir dimana-mana

c. Akibat-akibat->sebab

Pola ini dimulai dengan mengemukakan fakta-fakta yang merupakan akibat, kemudian kita telusuri, kita analisis penyebabnya

Contoh :

Sebanyak 150.000 orang disidoarjo terpaksa mengungsi. Sekitar 30.000 rumah terendam lumpur. Kerugian total diperkirakan bisa mencapai Rp 30 triliun. Luapan lumpur tidak bisa dihentikan Karena keluar melalui dari celah-celah rekahan tanah yang tidak memusat

d. Sebab-akibat berantai

pola ini dimulai dengan mengemukakan fakta-fakta yang menjadi sebab, kemudian diikuti akibatnya. Akibat ini membawa akibat berikutnya lagi, demikian seterusnya sampai hal yang dipandang sebagai akibat akhir

contoh :

harga BBM per maret 2005 dinaikkan karena pemerintah bermaksud mengurangi subsidinya untuk mengentaskan rakyat lapisan bawah dari kemiskinan. Karena harga BBM naik, biaya angkutan pun naik. Dan, dapat dipastikan akibatnya, yaitu harga segala barang kebutuhan pun naik. Naiknya segala kebutuhan sangat memberatkan rakyat berpenghasilan rendah

e. Analogi

Analogi yaitu pengambilan simpulan dengan asumsi bahwa jika dua hal atau lebih memiliki beberapa kesamaan penting, maka dalam aspek lain pun memiliki kesamaan atau penggunaan pembanding untuk mengambil simpulan atas suatu hal yang memiliki persamaan sifat dasar

Contoh :

Alam semesta berjalan dengan sangat teratur seperti halnya mesin. Matahari, bumi, bulan dan bintang yang berjuta-juta beredar dengan teratur seperti teraturnya roda mesin yang rumit berputar. Semua bergerak mengikuti irama tertentu. Mesin rumit itu ada penciptanya yaitu manusia yang pandai dan teliti. Tidaklah alam yang maha besar dan beredar rapi sepanjang masa ini tidak pula ada penciptanya? Penciptanya yang maha pandai, maha teliti dan maha bijaksana?

Pengertian Metode Persuasi

By Kpoper Media | At 11:57 | Label : | 0 Comments

sosialisasi politikPersuasi dimaksudkan untuk mempengaruhi sikap/pendapat atau membujuk agar berbuat sesuatu. Dalam karangan persuasi penulis berusaha membujuk, mengarahkan, menyarankan atau mendorong pembacanya untuk berbuat sesuatu. Jika dalam argumentasi yang menjadi sasaran utama adalah logika, maka yang menjadi sasaran utama persuasi ialah emosi pembaca- meski logika seperti pada argumentasi juga tidak kalah pentingnya

Ada bermacam-macam cara (metode) untuk membuat atau memperkuat persuasi, antara lain sebagai berikut :

1. Rasionalsasi

Mencari-cari alasan pembenar meski sebenarnya tidak memiliki hubungan langsung. Misal, ketika seseorang tidak mengerjakan ujian, ia membela diri dengan mengatakan soalnya terlalu sulit, yang lain juga banyak yang tidak lulus dan sebagainya

2. Identifikasi

Menyamakan diri pembaca atau penulis seolah-olah sama dengan pendengar atau pembaca. Misal : seseorang politisi untuk merebut simpati dari kalangan petani, ia mengatakan bahwa dirinya atau keluarganya juga pernah menjadi petani, dari keluarga atau nenek moyang petani yang tahu betul aspirasi mereka

3. Sugesti

Kata-kata orang yang kuat atau tinggi kedudukannya memiliki kekuatan untuk mmempengaruhi orang lain. Oleh karena itu, sebelum atau sambil berbicara, seseorang perlu berusaha agar pihak lain tahu siapa dirinya serta bagaimana kedudukan atau reputasinya. Dengan mengetahui bahwa pembicara atau penulisnya memiliki reputasi atau kedudukan yang tinggi, pendengar atau pembaca akan lebihh mudah percaya. Misalnya, seorang pengacara menceritakan pengalaman suksesnya membela seorang pejabat tinggi dalam suatu kasus besar. Seorang perawat atau paramedis menceritakan reputasi dokter yang akan mengoperasi kepada pasien atau keluarganya

4. Kompensasi

Mencari subtitusi (pengganti). Misalnya, seorang pejabat gagal dalam pembangunan pendidikan dan ekonomi, maka untuk tetap memperoleh kepercayaan publik, ia getol menonjolkan sukses disektor lain, misalnya pariwisata, pembangunan fisik dan sebagainya

5. Proyeksi

Melempar kesalahan atau kekurangan kepada pihak lain. Misalnya ketika perusahaan yang dipimpin bangkrut, seorang direktur mengatakan bahwa stafnya berpendidikan rendah, karyawannya tidak kompak dan sebagainya

6. Menakut-nakuti

Mengemukakan bahaya atau risiko jika tidak mengikuti. Misalnya, sebuah pabrik makanan berkalsium tinggi akan menggembar-gemborkan risiko osteoporosis (tulang keropos) jika kekurangan kalsium; sedangkan produsen makanan berserat tinggi selalu mengemukakan risiko kurang serat dan sebagainya

7. Membeberka keunggulan atau keuntungan

Mengemukakan keunggulan atau keuntungan jika mengikuti ajakannya. Sebaliknya kelemahan atau kerugiannya tidak pernah diungkap

Misalnya :

- Bank akan selalu mengatakan bahwa ia member bunga tinggi kepada penabung atau deposan sehingga sangat menguntungkan dan aman

- Produsen obat selalu mengatakan bahwa produknya paling manjur untuk menyembuhkan suatu penyakit

Pengertian Metode Argumentasi

By Kpoper Media | At 11:55 | Label : | 0 Comments

berita-tidak-kourum-rapat-timwas-century-gagal-ambil-kesimpulan-12222_aArgumentasi dimaksudkan untuk membuktikan kebenaran suatu gagasan atau pendapat. Oleh karena itu, penulis harus menyajikan gagasan secara logis, kritis dan sistematis dengan alasan atau bukti yang kuat sehingga gagasan atau pendapat tersebut tidak dapat disangkal kebenarannya. Untuk mendukung atau membuktikan kebenaran gagasan atau pendapat tidak jarang penulis menggunakan data atau fakta, gambar, grafik dan sebagainya

Ada bermacam-macam cara (metode) untuk membuat atau memperkuat argumentasi, antara lain sebagai berikut :

1. Kausal

Pembenaran pendapat dengan mengemukakan alasan yang berupa sebab-sebab atau akibat-akibat. Polanya bisa sebab-akibat, akibat-sebab atau sebab akibat yang berantai. Contoh :

Bunga bank yang tinggi potensial menjadi penghambat pertumbuhan sektor riil. Padahal, sektor riil adalah cermin dari pertumbuhan ekonomi yang sesungguhnya. Jika bunga bank tinggi, banyak pemilik dana akan memilih memperkerjakan uangnya dibank dalam bentuk tabungan atau deposito daripada untuk investasi. Dalam bentuk tabungan atau deposito uang aman, tidak spekulatif dan hasilnya pasif. Sementara jika untuk investasi, pemilik dana masih dihadapkan pada kemungkinan rugi. Disisi lain, jika bunga pinjaman tinggi, pengusaha juga akan berpikir panjang untuk mengembangkan usahanya menggunakan dana pinjaman. Oleh karena itu, pemerintah dan bank Indonesia harus berupaya untuk menurunkan suku bunga serendah mungkin jika mengharapkan pertummbuhan ekonomi yang berbasis sektor riil

2. Keadaan yang memaksa

Pembenaran pendapat dengan mengemukakan berbagai jalan buntu sehingga tidak ada jalan atau alternative lain. Contoh :

Jika terjadi krisis ekonomi seperti pada tahun 1997, dimana dolar naik dari Rp 2.600 menjadi Rp 12.000, tidak ada cara lain bagi pemerintah c.q bank Indonesia kecuali menaikkan suku bunga. Ketika itu bunga bank mencapai 70%. Memang ini pilihan pahit. Bank-bank akan mengalami negative spread dan sektor riil akan lumpuh. Tetapi kalau tidak diambil langkah bunga tinggi, rush akan benar-benar terjadi, bank-bank akan kolaps dan rupiah akan lebih hancur

3. Analogi

Pembenaran pendapat berdasarkan asumsi bahwa jika dua hal memiliki banyak persamaan, dalam hal lain tentu ada yang sama pula. Atau, penggunaan pembanding untuk mengambil simpulan atas suatu hal yang memiliki persamaan sifat dasar. Contoh :

Bulan pernah menjadi lambing kecantikan kaum hawa. Wanita akan senang sekali kalau cantik seperti bulan. Cahayanya membuat indah, menerangi, tetapi sejuk dan tidak membuat panas. Ketika itu bulan memang masih suci, belum terinjak kaki manusia. Tetapi kini bulan telah diinjak-injak oleh kaki manusia. Bulan tidak suci lagi. Maka wanita tentunya akan terhina kalau dikatakan cantik seperti bulan

4. Perbandingan

Pembenaran pendapat dengan cara membandingkan dua hal, situasi atau kondisi. Contoh :

Kerugian akibat gempa 5,8 SR yang melanda DIY dan jawa tengah ternyata sangat besar. Rumah yang roboh atau rusak berat mencapai 145.000 unit. Jumlah korban meninggal sekitar 5.600 orang. Apa yang terjadi kalau kekuatan gempanya seperti dijepang atau iran yang mencapai 8 SR lebih? Tentu saja rumah yang roboh dan korban yang meninggal akan lebih banyak lagi

5. Pertentangan

Pembenaran pendapat dengan mempertentangkan dua situasi atau kondisi. Contoh :

Perkembangan sektor riil terhambat karena bunga bank masih tinggi. Saat ini bunga pinjaman masih bertengger antara 18-20%. Kalau bunga pinjaman diturunkan hingga 8-10%, tentunya pertumbuhan sektor riil akan terasa lebih baik

6. Kesaksian

Pembenaran pendapat dengan menggunakan atau mendasarkan pada keterangan saksi. Metode ini banyak dipakai di pengadilan atau persidangan oleh jaksa dan pengacara. Contoh :

Saudara bisa saja mengelak dari tuduhan money politik. Tetapi, saksi-saksi mengatkan bahwa mereka menerima uang dari orang-orang yang mengaku sebagai tim sukses saudara. Jadi, saudara terbukti secara sah dan meyakinkan bahwa saudara telah melakukan pelanggaran undang-undang dengan melakukan money politik

7. Autoritas

Pembenaran pendapat berdasarkan pendapat para ahli. Contoh :

William Wallace, analis ekonomi bank dunia mengemukakan bahwa faktor utama yang menyebabkan peningkatan angka kemiskinan di Indonesia secara signifikan bukanlah kenaikan harga BBM, melainkan karena kenaikan harga beras. Sebab, kenaikan harga BBM telah diimbangi SLT (sumbangan langsung tunai) sementara sebagian besar rakyat miskin bukanlah petani produsen beras. Tetapi konsumen beras. Dengan demikian kalau pemerintah Indonesia ingin mengurangi kemiskinan, kran impor beras harus dibuka

8. Generalisasi

Pembenaran pendapat atau simpulan berdasarkan data atau fakta atau kejadian-kejadian yang bersifat khusus. Contoh ;

Reaktor nuklir rusia pernah mengalami kebocoran dan menimbulkan korban jiwa dan kerugian luar biasa besarnya. Brazil, argentina, Pakistan, india, dan philipina juga pernah mengalami kegagalan memanfaatkan reaktor nuklir untuk pembangkit listrik. Bahkan negara maju seperti amerika dan perancis pun pernah mengalami hal yang sama. Melihat pengalaman negara-negara lain, maka tidak selayaknya kalau Indonesia berambisi membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN)

Thursday, 18 June 2015

Komponen Yang Ada Saat Diskusi

By Kpoper Media | At 16:16 | Label : | 1 Comments

7370711254_0f1b030075_oSuatu percakapan disebut diskusi kalau memiliki empat komponen utama, yaitu 1. Ada masalah yang memerlukan pemecahan 2. Ada moderator yang memimpin proses diskusi 3. Ada peserta atau partisipan yang membahas atau memecahkan masalah dan 4. Ada notulis yang bertindak sebagai penambat atau pencatat perbincangan dalam diskusi

Sesuatu disebut masalah jika sesuatu itu merupakan kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang menuntut pemecahan. Sebagai misal, pembangunan diperkotaan dinyatakan menimbulkan masalah jika pembangunan itu memunculkan kesenjangan antara harapan dengan kenyataan yang dihasilkan oleh pembangunan itu. Idealnya, pembangunan itu menghasilkan perbaikan dan kenikmatan dalam kehidupan. Tetapi, meningkatnya urbanisasi yang dipicu oleh kebutuhan tenaga kerja ternyata memunculkan persoalan baru dikota itu

Seorang moderator yang memimpin jalanya diskusi mempunyai tugas-tugas sebagai berikut :

a. Membuka diskusi

b. Menjelaskan tata tertib diskusi

c. Mengemukakan masalah yang akan didiskusikan

d. Mengarahkan dan mengendalikan jalannya diskusi

e. Menampung gagasan-gagasan yang dikemukakan peserta diskusi

f. Menyimpulkan atau merumuskan hasil diskusi

g. Membacakan hasil perumusan simpulan hasil diskusi

h. Menutup dskusi

Penyaji/pemakalah/pemrasaran panelis ialah orang yang dipersiapkan oleh penyelenggara untuk menyampaikan gagasan-gagasan atau pandangan-pandangannya berkaitan dengan tema tertentu. Gagasan / pandangan itu biasanya berbentuk makalah/ prasaran/ kertas kerja yang kemudian disajikan pula secara lisan

Peserta diskusi adalah beberapa orang yang berpartisipasi dalam pembahasan masalah. agar pembahasan berjalan sebagaimana yang diharapkan, jumlah peserta diskusi dalam satu kelompok dibatasi agar tidak terlalu banyak

Notulis adalah seseorang yang bertugas membuat notula (catatan) baik berupa pertanyaan maupun jawaban peserta diskusi, secara singkat dan pada akhir diskusi membantu moderator dalam perumusan hasil diskusi

Koherensi Antar Kalimat Dan Antar Paragraf

By Kpoper Media | At 16:13 | Label : | 1 Comments

imagesParagraf atau alinea merupakan bagian dari wacana yang merupakan satu kesatuan. Paragraf yang baik harus memenuhi kriteria:

1. Memiliki satu ide pokok atau satu pikiran utama dan beberapa pikiran penjelas

2. Antar kalimat saling bertautan (berkoherensi) sehingga membentuk satu kesatuan

Selain itu sebuah paragraf harus dibentuk oleh kalimat-kalimat yang saling berkoherensi. Untuk memperoleh koherensi antar kalimat dalam parargraf urutan kalimat harus diperhatikan. Selain itu, sering digunakan penanda koherensi yang berupa pengulangan kata kunci, pemakaian kata ganti dan pemakaian konjungsi (penghubung/transisi). Disamping itu, koherensi juga bisa hanya ditujukan oleh situasi dan hubungan-hubungan logis (logika)

1. Pengulangan kata atau frase kunci

2. Kata ganti

3. Konjungsi antar kalimat

Berikut ini konjungsi yang sering digunakan untuk penanda hubungan atau koherensi, adalah :

1) Hubungan penguatan atau tambahan : selain itu, lagi pula, disamping itu, demikian pula, tidak hanya….tetapi juga

2) Hubungan sebab-akibat (kausal) : oleh karena itu, akibatnya, maka, sehingga

3) Hubungan pertentangan : akan tetapi, namun demikian, sebaliknya, padahal, sedangkan, sebenarnya

4) Hubungan tujuan : untuk itu, untuk maksud tersebut, tujuannya

5) Hubungan konsekuensi logis dari suatu keadaan atau peristiwa : tentu saja, sudah barang tentu, demikian

6) Hubungan ringkasan atau simpulan : jadi, memang, pendek kata, dengan demikian

7) Hubungan contoh : contohnya, misalnya

8) Hubungan perurutan : kemudian, selanutnya, setelah itu

9) Hubungan waktu : ketika itu, saat itu, waktu itu

10) Hubungan perbandingan : seperti halnya, beda halnya

11) Hubungan pemilihan : atau, bisa juga, alternative lain

4. Situasi

Contoh :

Awan menambah senja lekas menggelap. Gntur menghempas-hempas di ujung langit. Jalan-jalan kosong dan sepi. Beberapa orang bergegas lari menghindari hujan yang mulai turun

5. Hubungan-hubungan logis (logika)

Koherensi antar kalimat dalam paragraf sering hanya ditunjukkan oleh hubungan-hubungan logis (logika) yang tidak eksplisit

Contoh :

Sekarang masalah kesehatan sudah menjelma menjadi barang mahal. Biaya perawatan dirumah sakit meningkat tajam, harga obat melambung tinggi, ongkos pemeriksaan laboratorium juga naik dan jasa dokter serta tenaga medis lainnya tentu tak mau ketinggalan. Kasihan rakyat miskin kalau tidak ada bantuan dari pemerintah

Untuk menjamin koherensi antar paragraf dapat digunakan konjungsi antar paragraf yang pada dasarnya sama dengan konjungsi antar kalimat. Disamping itu, dapat juga dengan pengulangan kata kunci dan pemakaian kata ganti seperti halnya penanda koherensi antar kalimat, serta hubungan-hubungan logis yang implisit

Contoh

Semua orang pasti akan menilai bahwa pelaku pembuang sampah atau limbah ke dalam kali cenderung mengabaikan orang lain yang sama-sama memanfaatkan kali tersebut untuk kepentingan yang lain

Sebenarnya, pelaku menyadari bahwa kali itu dimanfaatkan tidak hanya oleh diri sendiri dan pemanfaatanya pun tidak untuk membuang sampah, melainkan sebagai sumber air bagi kesehatan dan kebersihan

Kerangka Karangan Dan Polanya

By Kpoper Media | At 16:09 | Label : | 0 Comments

lomba-jurnalistik-ilustrasi-_110916163033-250Kerangka karangan (outline) merupakan suatu rencana kerja yang mengandung ketentuan tentang bagaimana menyusun karangan dan bagaimana menyusun ide secara logis dan teratur. Sebelum mengarang, utamanya penulis pemula dianjurkan menyusun kerangka untuk menghindarkan kesalahan-kesalahan yang tidak perlu terjadi. Selain itu kerangka karangan berguna untuk:

- Membantu penyusunan karangan secara teratur sehingga tidak terjadi pengulangan ide

- Mencegah terjadinya pembahasan yang keluar dari sasaran yang sudah dirumuskan dalam topic atau judul karangan

- Memperlihatkan bagian-bagian pokok karangan

- Memperlihatkan bahan-bahan yang diperlukan dalam pembahasan masalah yang akan ditulis

Adapun langkah yang mesti ditempuh untuk membuat kerangka karangan adalah

1. Menentukan tema yang akan dikembangkan menjadi karangan

2. Merumuskan topic-topic yang merupakan subtemanya

3. Mengadakan inventaris sub-subtopiknya

4. Mengevaluasi topic-topik itu dan menyeleksi topic mana yang dapat dibuang

5. Menentukan pola susun topic-topik yang paling cocok

6. Menentukan pola pengembangan yang akan digunakan (meskipun tidak bersifat kaku tanpa variasi)

Jika kita memahami bahwa kerangka karangan adalah suatu rencana kerja yang memuat garis-garis besar karangan yang akan kita garap, maka menyusun kerangka karangan berarti memecah-memecah topic kedalam beberapa subtopic. Bahkan ,mungkin pula subtopic masih perlu dipecah lagi menjadi beberapa sub-subtopic

Ada dua jenis kerangka karangan, yaitu :

1. Kerangka karangan yang berbentuk kalimat

2. Kerangka karangan yang berbentuk topic

Kerangka kalimat menggunakan kalimat berita yang lengkap untuk merumuskan setiap topic, subtopic maupun sub-subtopicnya, sedangkan kerangka topic hanya terdiri atas topic-topik yang berupa frasa atau bahkan kata

Contoh 1 :kerangka kalimat

Budidaya jamur kuping dengan serbuk gergaji

1. Jamur kuping merupakan jamur edibel yang paling banyak dikonsumsi

2. Harga jual jamur kuping cukup tinggi sehingga menjanjikan keuntungan yang baik

3. Mula-mula jamur kuping tumbuh di kayu, tetapi lebih baik dibudidayakan dengan serbuk gergaji

4. Cara budidaya jamur kuping dengan serbuk gergaji tidak terlalu sulit

Contoh 2: kerangka topic

Kegiatan siswa SMK pada semester 5

1. Kegiatan akademis

- Kegiatan belajar

- Ceramah ilmiah

- Presentasi DU/DI

- Kunjungan industry

- Prakerin

- Uji kompetensi

2. Kegiatan sosial

- Kebersihan lingkungan

- Bakti sosial

- Perkemahan

3. Kegiatan Olah Raga

- Ekstrakulikuler

- Turnamen

Pengembangan tema/topic kedalam kerangka karangan dapat dilakukan dengan berbagai pola sesuai dengan tujuan dan sifat objek. Beberapa pola pengembangan tema/topic yang dapat kita lakukan antara lain:

1) Urutan waktu/kronologis

Penyajian bahan didasarkan pada runtutan peristiwa atau tahapan-tahapan kejadian. Novel, roman, cerpen, kisah perjalanan, pengalaman, laporan, perkembangan, sejarah dan sejenisnya paling tepat mengguakan pola ini

Contoh :pengalaman berobat dipuskesmas

1. Datang untuk mendaftarkan diri diloket pendaftaran

2. Menunggu panggilan

3. Pemeriksaan pendahuluan oleh perawat

4. Pemeriksaan dan diagnosis oleh dokter puskesmas

a. Puskesmas tidak mampu, dirujuk ke RS daerah

b. Diterapi / diberi resep

5. Antri mengambil obat

6. Pulang

Dalam menyajikan peristiwa atau kejadian secara kronologis, sering kita lakukan variasi dengan flashback (kilas balik), yaitu penyisipan kisah masa lalu

2) Urutan Lokasi/Ruang/Tempat/Spasial

Pola urutan ini digunakan terutama untuk uraian yang bersifat deskriptif. Penguraian dimulai dari suatu tempat atau titik, lalu bergerak ke tempat lain, misalnya dari atas kebawah, dari bawah ke atas, dari kiri ke kanan dan sebagainya

Contoh : kunjungan ke istana kepresidenan gedung agung

1. Acara penerimaan dihalaman depan

2. Kunjungan ke ruang diponegoro

3. Kunjungan keruang perjamuan

4. Kunjungan ke ruang ….

5. Acara penutupan di ruang …..

3) Urutan kausal

Urutan kausal (berhubungan dengan sebab dan akibat), terdiri atas dua variasi yaitu :

a. Sebab-akibat

Dalam pola ini pengembangan topic dimulai dari pokok pikiran yang menjadi sebab, kemudian dilanjutkan dengan pokok-pokok pikiran yang merupakan akibatnya

Contoh :wabah demam berdarah

1. Hujan berhari-hari turun terus menerus

2. Banyak selokan dan sungai tidak berfungsi secara maksimal

3. Genangan air menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk

4. Banyak warga masyarakat yang terkena demam berdarah

b. Akibat-sebab

Dalam pola ini pengembangan dimulai dari pokok pikiran yang menjadi akibat, kemudian dirunut pokok-pokok pikiran yang merupakan penyebabnya

Contoh : isu bencana alam badai besar

1. Masyarakat yang mengungsi keluar daerah

2. Berhari-hari masyarakat panic

3. Membuat tumbal dan tolak balak dengan berbagai macam acara

4. Isu bencana alam badai besar

5. Sumber informasi

4) Urutan pemecahan masalah

Dalam pola ini penyajian bertolak dari suatu masalah, kemudian bergerak menuju ke pemecahan masalah. Urutan ini sangat erat dengan pola kausal

Contoh :musibah tanah longsor

1. Lokasi bencana tanah longsor

2. Keadaan daerah yang terkena bencana

3. Sebab-sebab terjadinya tanah longsor

4. Cara penanggulangan

5. Cara pencegahan

5) Urutan umum-khusus (deduktif)

Pola ini memulai pembahasannya dengan menjelaskan atau member gambaran secara umum yang dilanjutkan dengan menjelaskan hal-hal yang khusus

Contoh :kunjungan ke pabrik gula madikusumo

1. Tinjauan umum pabrik

- Lokasi pabrik

- Sejarah berdiri dan perkembangannya

2. Proses produksi

- Proses penggilingan tebu

- Proses penyaringan

- Proses pengkristalan

- Proses pengepakan

3. Pemasaran

- Promosi

- Saluran distribusi

- Wilayah pemasaran

6) Urutan Khusus-umum (induktif)

Pola ini mengawalinya dengan menyajikan hal-hal yang bersifat khusus dan dilanjutkan atau diakhiri dengan hal yang bersifat umum atau kesimpulan

Contoh :prospek ekonomi Indonesia

1. Stabilnya nilai tukar rupiah

2. Turunnya suku bunga SBI dan bunga bank pada umumnya

3. Meningkatkan kredit dan bergairahnya sector riil

4. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang meyakinkan

7) Urutan klimaks

Pola ini diawali dengan menyajikan hal-hal sepele, kecil atau remeh menuju ke hal yang lebih penting dan diakhiri dengan puncak peristiwa. Pola ini banyak

Persamaan dengan pola khusus-umum karena simpulan akhir pada umumnya merupakan hal yang paling penting

Contoh 1: pemenang lomba cipta tari kontemporer

1. Juara harapan 3 dengan hadiah Rp 500.000 dipegang oleh ….

2. Juara harapan 2 dengan hadiah Rp 1000.000 diraih oleh …..

3. Juara harapan 1 dengan hadiah Rp 1500.000 diraih oleh ….

4. Juara 3 ialah …. Berhak memperoleh hadiah Rp 2000.000

5. Juara 2 ……

6. Juara 1 …….

8) Urutan antiklimaks

Puncak peristiwa disajikan pada awal karangan dan dilanjutkan dengan penjelasan-penjelasan yang makin menurun tingkat kepentingannya. Pola ini banyak persamaan dengan pola umum-khusus karena pernyataan umum pada umumnya sekaligus merupakan pernyataan yang paling penting. Struktur berita pada umumnya menggunakan pola ini

Contoh peringkat film terlaris dunia

1. Film papan teratas box office dodgeball yang menghasilkan 30 juta dolar AS

2. Peringkat kedua diduduki oleh the terminal

3. Peringkat ketiga adalah harry potter

4. Posisi keempat adalah shrek 2

9) Urutan hasil-proses dan proses-hasil

Secara alamiah proses selalu lebih dahulu daripada hasil. Dengan kata lain, hasil selalu didahului oleh proses. Namun secara retorika dalam menulis bisa saja kita gunakan penyajian dengan urutan hasil-proses

Misalnya, kita akan membuat laporan tentang tertangkapnya seorang perampok. Laporan itu kita mulai dari perampok yang sudah diborgol untuk dibawa kekantor polisi, baru diikuti dengan penjelasan tentang laporan adanya perampokan, pencegatan dibeberap ruas jalan, tembak-menembak antara polisi dan perampok, pengejaran hingga tertangkap

10) Urutan familiaritas

Penyajian bahan dimulai dari hal yang sudah dikenal (familiar) menuju ke hal yang sesungguhnya akan dijelaskan. Misalnya kita akan menjelaskan struktur atom. Penjelasan ini dimulai dengan gambar semacam galaksi beserta satelitnya

11) Urutan akseptabilitas

Penyajian bahan dimulai dari hal-hal telah diterima, disetujui atau diakui kebenarannya oleh pembaca, lalu diikuti dengan hal baru atau asing yang senada atau sejenis dengan harapan hal baru atau asing itu dapat juga diterima

12) Urutan topic yang ada

Suatu objek atau tema kadang-kadang dapat kita rinci atas sub-sub yang nilai pentingnya sama. Oleh karena itu, penyajian pun dapat kita awali dari sub mana saja. Serta dapat kita akhiri dengan sub mana saja. Misalnya, kita akan menjelaskan bagian-bagian computer yang terdiri dari atas CPU, monitor dan keyboard. Uraian penyajian bebas darimana saja

Jenis-jenis Karangan Atau Tulisan

By Kpoper Media | At 16:05 | Label : | 0 Comments

pressJenis karangan itu ditentukan berdasarkan tujuannya, dan tujuan karangan baru dapat ditetapkan setelah seseorang mendapat tema yang dapat diuraikan menjadi sebuah karangan. Tanpa tema, tidak aka nada karangan karena tidak ada yang diuraikan. Dengan demikian kegiatan mengarang itu diawali dengan penetapan tema, bukan pembuatan judul. Karena ada sesuatu yang dapat diuraikan, orang lalu menetapkan tujuannya, akan diapakan sesuatu itu. Berdasarkan tujuannya, karangan dibedakan menjadi lima macam, yaitu deskripsi, narasi, eksposisi, argumentasi dan persuasi

1. Deskripsi (lukisan)

Deskripsi (dari bahasa latin :describere: menulis tentang, membuat bagan atau gambaran, memeriakan: descripto :bagan atau gambaran, pemeriaan atau pembeberan) adalah jenis karangan yang lebih menonjolkan penggambaran suatu hal atau objek. Dengan membeberkan detail suatu objek berdasarkan kesan-kesan dari pengamatan, pengalaman dan perasaannya, penulis bertujuan memungkinkan terciptanya imajinasi pembaca sehingga seolah-olah melihat, mengalami dan merasakan sendiri apa yang dialami oleh penulisnya

Untuk dapat menciptakan daya khayal pembacanya, penulis karangan deskripsi berusaha melukiskan sesuatu dengan sejelas-jelasnya atau sehidup-hidupnya. Dengan begitu, pembaca diharapkan merasa berada atau dihadapkan pada objek yang disajikan oleh penulisnya. Oleh karena itu, karangan deskripsi mudah dikenali lewat ciri-ciri yaitu :

- Penggambaran objeknya demikian merangsang indra pembaca untuk berimajinasi sehingga seolah-olah yang bertutut dalam wacana itu adalah pembaca

- Objek yang digambarkan dirnci atau diuraikan secara mendetail

Dilihat dari sifat objeknya, diskripsi dapat dibedakan atas deskripsi imajinatif/fiktif dan factual/ekspositoris. Deskripsi imajinatif ialah deskripsi khayal yang sebagaimana sering kita jumpai pada cerpen, novel atau roman. Deskripsi factual ialah deskripsi yag objeknya nyata seperti banyak kita jumpai pada deskripsi geografis suatu wilayah, peta dan sebagainya

2. Narasi (penceritaan atau pengisahan)

Narasi (dari bahasa latin :narrare:menceritakan;bercerita tentang; naratio :cerita;penceritaan)adalah jenis karangan yang menceritakan proses kejadian suatu peristiwa. Karena proses kejadian itu berkaitan dengan tindakan atau perbuatan manusia. Maka dalam narasi selalu ada tokoh dan perbuatannya yang berlangsung secara kronologis dalam satu kesatuan waktu. Jadi, ciri karangan narasi yaitu:

- Adanya rangkaian waktu

- Adanya rangkaian peristiwa

Berdasarkan sifatnya karangan narasi dibedakan atas narasi ekspositoris atau narasi factual dan narasi sugestif atau narasi imajiatif. Karena narasi imajinatif itu bersifat rekaan (fiktif), maka narasi imajinatif lazim disebut narasi narasi fiktif. Sebaliknya, narasi ekspositoris yang bersifat factual itu lazim disebut juga narasi nonfiktif

Narasi ekspositoris ialah narasi yang berupa penceritaan kisah tokoh untuk memberikan informasi kepada pembacanya. Contohnya kisah perjalanan, biografi dan lain-lain

Narasi sugestif adalah narasi yang membangkitkan daya khayal pembacanya. Dalam narasi sugestif selalu ada alur cerita. Alur cerita adalah kesatuan antara tokoh, peristiwa dan konflik. Tanpa tokoh yang mengalami konflik dalam peristiwa tertentu, tidak aka ada plot. Contoh narasi imajinatif adalah cerpen atau novel

3. Eksposisi (pemaparan)

Eksposisi (dari bahasa latin ;exponere;memamerkan, menjelaskan, menguraikan; exposito; pameran,penguraian) adalah karangan yang menguraikan atau memaparkan sesuatu dengan tujuan memperluas panndangan dan pengetahuan pembacanya. Melalui karanganny, penulis memaparkan atau menguraikan pokok persoalanya secara objektif. Apakah pembacanya nanti terpengaruh atau tidak, mempercayai kebenarannya atau tidak, hal itu tidak menjadi masalah. Yang penting penulis

Sudah memaparkan pengetahuan atau pengalamannya itu diketahui oleh pembacanya. Karangan yang beisi bahan pelajaran atau penerangan tentang sesuatu merupakan contoh karangan eksposisi

Agar pemaparan pengetahuan atau pengalaman itu memberikan kejelasan kepada pembacanya, penulis acap menggunakan data, fakta, angka-angka dan gambar-gambar dan sebagainya. Karena tujuan karangan eksposisi hanyalah menjelaskan sesuatu secara objektif, maka penggunaan data, fakta dan lain-lain itu bukanlah untuk meyakinkan atau membuktikan, melainkan hanya untuk mengkonkretkan paparannya sebab, keputusan untuk menyatakan benar atau salah dan yakin atau tidak, sepenuhnya diserahkan kepada pembacanya, karena hal itulah maka dalam karangan eksposisi pada umumnya penulis menggunakan gaya informative

Karangan eksposisi mudah dikenali melalui ciri-cirinya, yaitu :

- Karangan itu bersifat informative dan tidak ada upaya untuk mempengaruhi sikap atau pendapat pembaca

- Pada bagian akhir acap berisi penegasan dan bukan simpulan

4. Argumentasi

Argumentasi (dari bahasa latin; arguer;membuktikan, meyakinkan seseorang;argumentation;pembuktian) adalah karangan yang dimaksaudkan untuk membuktikan kebenaran sesuatu yang disampaikan oleh penulisnya. Karena tujuannya membuktikan kebenaran pendapatnya, maka penulis harus menyajikan karangan secara logis, kritis dan sistematis. Bukti-bukti yang dikemukakan harus dapat memperkuat keobjektifan dan kebenaran tulisan sehingga dapat menghapus konflik dan keraguan pembacanya

Kalau dalam karangan eksposisi penulis tidak berusaha mempengaruhi pembacanya, dalam karangan argumentasi penulis berusaha keras untuk mempengaruhi atau mengubah pandangan pembacanya. Ia berusaha agar pembaca percaya kepada uraiannya, sekaligus meninggalkan pandangan yang telah dimilikinya dan menerima pendapat yang baru. Karena adanya upaya meyakinkan pembacanya itulah maka dalam karangan argumentasi biasanya dikemukakan data, fakta angka-angka dan gambar dan sebagainya untuk mendukung/membuktikan kebenaran pernyataannya

Karangan argumentasi mudah dikenali lewat ciri-cirinya, yaitu:

- Adanya pendapat yang disampaikan secara meyakinkan

- Adanya alasan yang kuat untuk mendukung atau membuktikan kebenaran pendapatnya dengan bukti-bukti yang konkret

- Adanya simpulan atau ringkasan isi

5. Persuasi

Persuasi (dari bahasa latin :persuadere;meyakinkan, membujuk untuk berbuat sesuatu ; persuasion;tindakan untuk meyakinkan atau membujuk)adalah karangan yang mempengaruhi sikap dan pendapat pembaca. Kalau dalam karangan argumentasi itu penulisnya berusaha mengubah pandangan pembaca dengan meyakinkan kebenaran pandangan penulis, dalam karangan persuasi usaha penulis lebih jauh lagi, ia tidak hanya meyakinkan tetapi sudah membujuk, mengarahkan, menyarankan atau mendorong pembacanya untuk berbuat sesuatu

Karangan persuasi mudah dikenali karena cirinya, yaitu:

- adanya gaya propaganda dalam penyampaiannya

- adanya pemilihan kata-kata atau kalimat yang bersifat sugestif

jika sifat dorongan atau ajakan dalam karangan itu sangatlah kuatnya. Maka gaya propaganda meningkat menjadi gaya provokasi (pennghasutan). Kalau kalimat-kalimat propaganda bersifat persuasif, kalimat-kalimat provokasi bersifat agitatif (membakar emosi)

dalam karangan persuasi acap digunakan data, fakta, angka-angka, gambar dan sebagainya seperti pada eksposisi dan argumentasi. Penggunaan data, fakta dan lain-lain itu dimaksudkan untuk memperkuat sugestinya dalam mempengaruhi atau menyarankan pembaca untuk mengikuti ajakan penulis. Karena keinginan penulis untuk membangkitkan kepercayaan pembacanya itu, maka tidak jarang dalam karangan persuasi terjadi manipulasi bukti dan fakta yang disampaikan. Contoh semacam ini yang acap kita jumpai adalah propaganda suatu produk atau iklan, selebaran dan kampanye

Menyampaikan Fakta Laporan

By Kpoper Media | At 16:02 | Label : | 0 Comments

unnamedA. Cara Menyampaikan Fakta Laporan (Naratif, Deskriptif, Ekspositoris) Dan Pola Urutannya

Hal yang harus diperhatikan dalam menyajikan laporan lisan:

1. Isi :kelengkapan, sistematika atau urutan, aktualitas, faktualitas, objektivitas

2. Penyajian : bahasa (kosa kata, kaidah), suara (kejelasan/kefasihan, kekerasan), gerak-gerik muka dan anggota badan (mimic dan pantomimic)

Secara umum ada dua bentuk yang lazim digunakan dalam menyampaikan laporan, yaitu bentuk piramida terbalik dan bentuk segi empat panjang

Dalam bentuk piramida terbalik, hal-hal yang menjadi inti laporan disajikan diawal laporan. Alinea pertama dari laporan ini merupakan inti terpenting ari keseluruhan isi laporan. Bagian inti ini sering disebut teras (lead). Bagian teras diupayakan memuat unsur informasi 5W+1H (what =apa, who=siapa, where=kapan, when=dimana, why=mengapa, how=bagaimana) secara lengkap. Lalu diikuti penjelasan-penjelasan lebih lanjut dari apa yang telah disebutkan pada teras. Pada bagian penjelasan ini diuraikan lebih rinci dan mendalam dengan memperhatikan urutan terpenting, penting, kurang penting dan terakhir tidak penting

Contoh :

Pemain asal brazil, Ronaldinho terpilih sebagai pemain terbaik didunia tahun ini versi Asosiasi Pesepakbola Profesional (FIFPro), setelah mengungguli Zinedine Zidane (prancis). Gelandang Barcelona itu mengkoleksi suaru terbanyak dari jajak pendapat yang dikumpulkan dari 38 ribu pemain di 40 negara

Gelar itu merupakan salah satu bentuk pengakuan atas kualitas dan performa seorang ronaldinho. Penghargaan lain yang pernah diraihnya adalah pemain terbaik dunia musim lalu versi FIFA

Namun, tidak jarang laporan disajikan menggunakan bentuk empat persegi panjang. Bentuk ini digunakan jika suatu laporan terdiri atas alinea-alinea yang isi atau informasinya sama nilai pentinya. Misalnya kita melaporkan jalannya suatu percobaan, langkah demi langkah dari tahap awal sampai tahap akhir sama nilai pentingnya. Juga pada waktu kita melaporkan komponen-komponen dari suatu barang. Misalnya computer antara CPU, monitor, keyboard, software dan sebagainya. Memiliki kedudukan yang sama penting

Dilihat dari gayanya dalam melaporkan sesuatu, kita dapat menggunakan gaya narasi, deskripsi ataupun eksposisi

a. Gaya narasi (penceritaan atau pengisahan)

Gaya ini terfokus pada aktivitas orang yang dilaporkan. Pola alamiahnya ialah kronologis, tetapi bisa juga disajikan dengan retorika flash back (kilas balik)

b. Gaya deskriptif (pelukisan keadaan atau kejadian)

Gaya ini berfokus pada penggambaran wuud suatu keadaan yang dilaporkan sehingga penerima laporan seolah-olah menyaksikan sendiri keadaan atau kejadian itu. Polanya bisa spasial, umum khusu, khusus umum

c. Gaya ekspositoris (pemaparan hal)

Gaya ini berfokus pada proses kejadian yang dilaporkan. Untuk melaporkan suatu kegiatan atau proses kita dapat menerangkan bagaimana langkah atau tahapannya secara runtut dari awal hingga akhir dengan tujuan agar penerima laporan mendapat wawasan atau pengalaman baru tentang kegiatan atas proses tersebut. Pola alamiahnya ialah proses-hasil secara kronologis, tetapi retorikanya bisa saja hasil-proses

Contoh laporan narasi

Pada tahun 1980-an, IBM menjadi penjual personal computer (PC) yang sukses dan tak tertandingi. IBM menawarkan merk, kualitas, keamanan dan kepercayaan. Pada waktu itu IBM memperoleh 70% keuntungan industry computer dunia

Namun, ketika konsumen mulai sadar bahwa PC buatan IBM tidak jauh beda dengan PC buatan perusahaan lainnya, maka konsumen mulai berpikir mengapa harus membayar lebih kepada merk IBM kalau mutu tidak jauh beda. Tahun 90-an mulai muncul merk-merk PC tiruan yang mengakibatkan keuntungan IBM menurun dari 55% pada 1990 menjadi 38% pada 1993

Contoh laporan deskripsi

Matahari mulai menggigit kulit ketika sekawanan banteng tampak bergerak ke padang alang-alang. Sementara itu dibelakangnya dalam jarak yang jauh suara kentongan bamboo yang menggiring hewan-hewan itu tetap betalu-talu. Pintu cagar leuweung sancang hutan tempat banteng seharusnya tinggal.

Inilah hari pertama penggiringan banteng di garut selatan yang gagal, rabu 20 maret lalu. Wartawan TVRI yang meliput penggiringan itu, konon tanpa sepengetahuan tim penggiring banteng mengacungkan moncong kamera sedemikian rupa hingga banteng-banteng itu kaget

Contoh laporan eksposisi

Pemasakan ikan bandeng diawali dengan memilih ikan bandeng yang masih segar supaya dihasilkan masakan ikan yang sedap aromanya dan nikmat cita rasanya, ikan bandeng yang akan diolah harus dipilihkan ikan yang baik dan belum layu

Ikan yang telah diyakini baik untuk dimasak selanjutnya dicuci hingga betul-betul bersih, kemudian digesek-gesek perutnya dengan pisau yang tajam untuk dikeluarkan kotorannya. Ikan yang telah terbelah dan telah bersih isi perutnya itu tidak boleh terkena air Karena hal itu dapat mempengaruhi cita rasanya setelah matang

Wednesday, 17 June 2015

Penanda Proses Dan Hasil

By Kpoper Media | At 09:24 | Label : | 1 Comments

icon-realtimeA. Pembedaan Proses dan Hasil dengan Memerhatikan Ciri atau Penanda Kata/Kalimat

Kalimat adalah satuan bahasa yang dapat bersendiri dan disertai dengan intonasi

Contoh :

1. Selamat sore

2. Ayah

3. Ibu sedang memasak didapur

Ciri-ciri kalimat adalah sebagai berikut:

a. Terdapat lebih dari satu kata atau lebih

b. Mengandung klausa atau tidak

Contoh : selamat pagi (tidak berklausa)

c. Ditandai oleh intonasi akhir yang final(sempurna). Dalam raggam bahasa tulis intonasi akhir suatu kalimat ditandai oleh pemakaian tanda titik (.), tanda Tanya (?) atau tanda seru (!)

Informasi yang kita simak ada yang berisi proses dan ada juga yang berisi hasil. Kata berimbuhan pe-an sering dipakai untuk menandai informasi proses dan kata berakhiran -an sering dipakai untuk menandai hasil.  

Dalam karangan berbentuk eksposisi, sering ditemui uraian cara atau proses yang diakhiri dengan hasil yang didapatkan. Uraian proses biasanya menggunakan kata-kata hubung lalu, kemudian, berikutnya, selanjutnya dan sebagainya yang menunjukan adanya urutan waktu atau berlangsungnya suatu pekerjaan

Secara gramatikal, uraian proses ditandai oleh penggunaan bentukan kata dasar (nomina, verba atau adjektiva) dengan imbuhan pe-an. Untuk hasil ditandai oleh akhiran -an yang dilekatkan pada kata dasar verba

Contoh penandaan proses :

- Pengevakuasian korban gempa dipulau nias berlangsung dua hari

Pengevakuasian = pe-an + evakuasi (verba) proses mengevakuasi

- Bunga akan muncul setelah pemupukan yang intensif

Pemupukan = pe-an + pupuk (nomina) proses memberi pupuk

Contoh penanda hasil :

- Mereka digrebek oleh polisi saat menghitun hasil rampokan disebuah pematang sawah

Rampokan = rampok (verba) +an hasil merampok

- Ia menjual lukisannya hingga mencapai kisaran lima juta rupiah

Lukisan = lukis (verba) + -an hasil melukis

Pengertian Tentang Menyimak

By Kpoper Media | At 09:14 | Label : | 0 Comments
semangat-kerjaMenyimak adalah proses mendengarkan dengan penuh perhatian. Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan oleh sang pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan
•    Tujuan menyimak adalah untuk mengetahui informasi yang baru.
•    Fungsi menyimak adalah untuk persiapan menanggapi apa yang di simak.
4 KETERAMPILAN BERBAHASA :
1.    Pendengaran (konferhensi lisan)
2.    Berbicara (ekspresi lisan)
3.    Membaca
4.    Menulis
Definisi menyimak menurut para ahli
Menurt rusel dan russel menyimak adalah mendengarkan denga penuh pemahaman dan perhatian. Definisinya yaitu enyimak adalah suatu proses yang mencakup kegiatan mendengarkan bunyi bahasa, mengidentfikasikan, menginterprestasikan, menilai da mereaksi atas makna yang terkandung di dalamnya.
Menurut HG. Traigan mrnyimak adalah suatu prosess kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interprestasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna dari apa yang di simak.

Tahapan-tahapan itu terjadi dalam suatu urutan, tetapi umumnya terbentuk secara tidak sadar antara tahap satu dengan dengan tahap lain terjadi dalam jarak waktu yang sangat pendek.

1. Mendengarkan (hearing)

Mendengarkan didefinisikan sebagai aktivitas fisik dimana seseorang menerima suara melalui indera pendengaran.

2. Memperhatikan (attention)

Perasaan seseorang secara terus menerus dibombardir dengan berbagai stimuli/rangsangan yang berasal dari luar

3. Memahami (understanding)

selanjutnya,yakni tahap memahami, pesan yang dikirim dalam simbol-simbol yang dilihat atau di dengar akan diberi makna.

Pengertian simbol bukan hanya menyakup kata-kata yang dikirim, tetapi juga termasuk suara-suara

4. Mengingat (remembering)

Pesan yang telah diterima dan diinterprestasikan kemudian diletakkan dalam ingatan. Setelah masuk ke dalam ingatan, pesan tersebut akan dihubungkan dengan pesan yang sudah mengendap dalam ingatan sehingga membentuk suatu rangkaian ingatan baru. Jika dibutuhkan, pesan akan dikeluarkan lagi dari ingatan.

5. Mengevaluasi (evaluating)

Pada tahap ini pula listener dimungkinkan untuk membuat pertimbangan-pertimbangan berkaitan dengan pesan yang disampaikan. Pada tahap evaluasi pesan yang di sampaikan akan di ukur bukti-buktinya,akan dibedakan mana fakta dan mana yang opini, dan menentukan apakah pesan itu mengandung bisa atau tidak.

6. Menanggapi (responding)

Tahap keenam merupkan tahap akhir dalam proses menyimak, yaitu menanggapi pembicaraan atau pesan yang disampaikan dengan memberikan umpan balik (feedback).

Pengenalan Ragam Atau Laras Bahasa

By Kpoper Media | At 08:58 | Label : | 0 Comments

Bhinneka Tunggal IkaDalam bahasa Indonesia terdapat aneka ragam bahasa yang timbul akibat pengaruh dari berbagai hal yang berhubungan dengan penutur bahasa dan sarana atau media yang digunakan

1. Hal yang berhubungan dengan penutur dapat dibedakan sebagai berikut:

a. Latar belakang daerah penutur

Ragam bahasa Indonesia yang dipengaruhi oleh latar belakang daerah penuturnya menimbulkan ragam daerah atau dialek. Dialek adalah cara berbahasa Indonesia yang diwarnai oleh karakter bahasa daerah yang masih melekat pada penuturnya. Contoh : bahasa Indonesia dengan dialek betawi biasanya menggunakan fonem /e/ untuk melafalkan kata yang berakhiran /a/, misalnya apa menjadi ape, dimana menjadi dimane dan seterusnya. Begitupun dengan logat jawa untuk menyebutkan kata berawalan konsonan /b/ akan terdengar bunyi konsonan /m/ misalnya bandung menjadi mbandung, bogor menjadi mbogor

b. Latar belakang pendidikan penutur

Berdasarkan latar belakang pendidikan penutur, timbul lafal yang bersifat baku khusunya dalam pengucapan kosakata yang berasal dari unsur serapan asing. Kaum berpendidikan pada umumnya melafalkan sesuai dengan lafal baku. Namun, untuk yang kurang atau tidak berpendidikan, pelafalan diucapkan tidak tepat atau tidak baku

Contoh pengucapan kata film, foto, focus diucapkan pilm, poto, pokus

c. Situasi pemakaian sikap dan hubungan social penutur

Berdasarkan hal ini, timbul ragam formal, semi formal dan non formal. Ragam formal digunakan pada situasi resmi atau formal, seperti kantor, dalam rapat, seminar atau acara-acara kenegaraan. Ragam formal menggunakan kosa kata baku dan kalimatnya terstruktur lengkap. Ragam formal juga dipakai jika penutur berbicara pada orang yang disegani atau dihormati, misalnya pimpinan perusahaan

Ragam semi formal dan non formal biasa dipakai pada situasi tidak resmi seperti diwarung, dikantin, dipasar, pada situasi santai dan akrab. Ragam semi formal dan non formal dibedakan oleh pemilihan katanya. Ragam semi formal menggunakan kalimat yang tidak lengkap gramatikalnya dan kosakata yang dipilih cenderung tidak baku, sedangkan ragam non formal relatif sama dengan ragam iformal hanya pilihan katanya lebih luwes atau bebas

Kata daerah atau kata gaul dapat digunakan sepanjang masing-masing penuturannya memahami dan tak terganggu dengan penggunaan kata tersebut

Contoh :

1. Kalau soal itu, saya nggak tau persis (informal/semiformal)

2. Emangnya kamu nggak dikasih kupon (semiformal)

3. Kalau soal itu, ogut nggak tau deh (nonformal)

4. Emangnya situ nggak ngantor mas (nonformal)

d. Ruang lingkup pemakaian atau pokok persoalan yang dibicarakan

Dilingkup kelompok penutur. Banyak persoalan yang dapat menjadi topic pembicaraan dalam kehidupan sehari-hari. Saat membicarakan topic tertentu, seseorang akan menggunakan kosa kata kajian atau khusus yang berhubungan dengan topic pembicaraan tersebut. Ragam bahasa yang digunakan untuk membahas suatu bidang akan berbeda dengan bidang lainnya, misalnya pembicaraan yang berhubungan dengan agama tertentu menggunakan istilah yang berhubungan dengan agama, begitu pula dengan bidang lainnya. Masing-masing memiliki ciri khas kata atau ragam bahasa yang digunakan. Termasuk penggunaan ungkapan atau gaya bahasanya. Variasi ini disebut dengan laras bahasa

2. Ragam bahasa

Berdasarkan sarananya, ragam bahasa dibagi menjadi dua yaitu sebagai berikut :

a. Ragam bahasa lisan

Terjadi bila komunikasi langsung dengan lawan bicara

b. Ragam bahasa tulisan

Terjadi bila tidak ada komunikasi langsung dengan lawan bicara

Ragam bahasa lisan adalah ragam bahasa yang diungkapkan melalui sarana lisan. Ragam bahasa ini disebut juga ujaran. Ragam bahasa lisan dapat disertai oleh bahasa tubuh, misalnya gerak-gerik, mimik muka, intonasi dan isyarat. Dengan demikian walaupun menggunakan menggunakan kalimat tidak sempurna, lawan bicara tetap memahami maksudnya. Adapun yang termasuk dalam ragam bahasa lisan ini mencakup percakapan, pidato dan ragam kuliah

3. Ragam Bahasa Resmi dan Ragam Bahasa Tidak Resmi

Menurut atau situasi pemakainya, ragam bahasa dibagi menjadi ragam bahasa resmi dan ragam bahasa tidak resmi

a. Ragam bahasa resmi

Adalah ragam bahasa yang digunakan dalam suasana resmi atau formal, misalnya pidato, surat dinas, makalah

b. Ragam bahasa tidak resmi

Adalah ragam bahasa yang digunakan dalam suasana tidak resmi

Misalnya surat pribadi dan surat keluarga

Ciri-ciri ragam bahasa resmi adalah sebagai berikut:

1. Digunakan dalam situasi resmi

2. Nada bicara (intonasi) yang cenderung datar

3. Menggunakan diksi yang baku

4. Kalimat yang di ungkapkan adalah hal yang lengkap

Ciri-ciri ragam bahasa tidak resmi adalah sebagai berikut

1. Digunakan dalam situasi tidak resmi

2. Menggunakan diksi yang tidak baku

3. Sering menggunakan kalimat-kalimat yang tidak lengkap

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2016. Educational Top Studies Files - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz